Pagi setelah keputusan itu … rumah Wiratama berubah ritmenya. Bukan lebih tenang. Justru lebih sibuk.Mobil keluar masuk halaman sejak matahari belum tinggi. Beberapa staf perusahaan datang membawa berkas. Panggilan telepon tidak berhenti. Semua orang bergerak dengan satu tujuan yang sama —menyiapkan konferensi pers.Namun di tengah semua kesibukan itu, ada satu orang yang justru bergerak paling tenang. Arga.Ia berdiri di ruang kerja kecil di lantai bawah. Beberapa dokumen terbuka di atas meja. Bukan dokumen perusahaan. Melainkan daftar media.Daftar tamu. Dan satu lagi —daftar keamanan. Seorang pria berdiri di hadapannya. Bara. “Jumlah media sudah dikonfirmasi tiga puluh dua,” lapornya.Arga mengangguk kecil.“Tambahkan lima orang pengamanan di luar gerbang.”Bara menatapnya sedikit heran. “Lima?”“Minimal.” Arga menutup map di depannya.“Kalau keluarga Kusuma benar-benar ingin membuat masalah … mereka tidak akan datang sendirian.”Sunyi sejenak.Bara mengangguk. “Baik.”Ia hampir
Last Updated : 2026-03-05 Read more