“Mas?” Cindy mengejar Nathan, menoleh ke kanan-kiri, sampai akhirnya menemukan pria itu di dapur, tampak fokus hendak memasak. “Mas… artinya kamu terima aku?” tanya Cindy sambil tersenyum kecil, suaranya hampir bergetar menahan harap. “Hah? Terima? Terima apaan? Aku aja nggak lihat apa-apa dari kamu…” Nathan menoleh santai, menatap Cindy dari atas sampai bawah. “Emang kamu udah tahu apa aja yang harus kamu lakuin?” “Maksudnya… kamu kasih kesempatan ke aku, kan? Aku bisa kok. Aku buktiin sama kamu, aku bisa kerja buat kamu,” ucap Cindy sedikit gugup, tapi matanya jelas memperlihatkan tekad. “Kerja buat aku?” Nathan tersenyum miring, tatapannya turun naik ke wajah dan tubuh Cindy. “Oh… yakin kerja buat aku? Artinya semua yang aku minta, kamu kerjain.” “Astaga, tapi jangan aneh-aneh juga, ya!” protes Cindy sambil mencubit lengannya pelan. “Katanya tadi mau kerja buat aku, kok sekarang protes duluan?” Nathan menaikkan alisnya, senyumnya menggoda, sengaja menekan nada suaranya
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-07 อ่านเพิ่มเติม