“Nath… besok jangan halangi aku buat ngomong ke keluarga kamu,” ucap Cindy lirih sambil memejamkan mata, tubuhnya bersandar rapuh dalam pelukan Nathan malam itu. “Aku nggak bakal halangi kamu buat ngomong apa pun, selama itu benar,” jawab Nathan pelan. Ia ikut memejamkan mata, mempererat pelukannya seolah ingin memberi rasa aman yang selama ini kurang. “Jangan tinggalin aku,” pinta Cindy dengan suara bergetar, nyaris seperti bisikan yang lahir dari ketakutan terdalamnya. “Nggak akan pernah,” ucap Nathan tegas namun lembut, dagunya bertumpu di puncak kepala Cindy, menegaskan janji yang akhirnya ia ucapkan tanpa ragu. ••• Pagi menyapa keluarga Nathan, dengan topik bahasan yang sama. “Yang Papa tahu, ibunya memang sakit keras, Ma. Papa pernah lihat dia di rumah sakit, ketemu dokter di Cipto,” ucap ayah Nathan pagi itu, suaranya terdengar lebih tenang, mencoba meluruskan keadaan. “Udahlah, itu bukan urusan kita, kan?” sahut ibu Nathan dingin, tanpa menoleh, seolah topik itu tak
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-21 อ่านเพิ่มเติม