“Kenapa, Mas Bayu?” tanya Cindy sambil tetap memperhatikan kue di dalam oven. “Dia mau ke sini, Sayang. Nganterin barang aku,” ucap Nathan sambil tersenyum, matanya masih tertuju pada layar laptop yang menampilkan sebuah ruko yang akan ia jadikan tempat usaha Cindy. “Sayang, sini,” panggil Nathan lembut seraya menoleh. Ia menarik Cindy hingga duduk di atas pangkuannya, memeluk pinggang istrinya dengan santai namun penuh rasa memiliki. “Bagus nggak?” tanyanya, meminta pendapat sambil menunjukkan gambar ruko itu. “Bagus banget rukonya. Nggak perlu diapain lagi, nih, Sayang,” ucap Cindy antusias. Senyumnya mengembang tulus, matanya berbinar membayangkan masa depan mereka berdua. “Kamu suka?” tanya Nathan pelan, suaranya rendah, sambil menempelkan dagunya di pundak Cindy. “Suka banget, dong,” jawab Cindy cepat, lalu menoleh sedikit ke arahnya. “Tapi… mahal nggak?” lanjutnya hati-hati. “Delapan miliar,” jawab Nathan tenang. Ia mempererat pelukannya dari belakang. “Tiga seteng
Last Updated : 2025-12-28 Read more