Pagi datang perlahan di penthouse Kevin.Langit abu-abu, matahari tertutup awan, seperti menahan diri untuk ikut campur.Jam dinding menunjukkan pukul 07.18.Nadia terbangun dengan napas tersentak, tubuhnya refleks duduk, tangan mencengkeram seprai.“Kevin—!”Dokter dan Mama Kevin yang berjaga langsung mendekat.“Nadia, tenang. Kamu aman,” kata dokter cepat.Nadia menoleh ke sekeliling.Penthouse.Aroma kopi.Cahaya pagi.Tapi ada sesuatu yang… hilang.Ia menekan dadanya sendiri.Kosong.“Kevin mana?” suaranya serak, panik mulai merayap.Mama Kevin menggenggam tangannya.“Dia… sedang dalam perjalanan pulang.”Nadia menggeleng keras.“Nggak.”“Ada yang salah.”Ia menutup mata, mencoba merasakan lagi—seperti biasanya.Perasaan hangat itu.Tarikan samar yang selalu muncul tiap Kevin dekat.Tidak ada.Air mata menggenang.“Aku nggak ngerasa dia.”Dokter menoleh ke Mama Kevin, ragu.“Nadia, kamu baru saja melewati kondisi berat. Perasaan kamu mungkin—”“Itu bukan perasaan,” potong Nadia, s
Last Updated : 2025-12-22 Read more