Malam datang pelan, tapi kepala Nadia terasa semakin bising.Ia sudah berbaring di kasur kosannya hampir satu jam. Lampu kamar dimatikan, tirai jendela ditutup rapat, namun gelap justru membuat pikirannya semakin liar. Setiap kali ia memejamkan mata, dadanya terasa hangat aneh—bukan hangat yang menenangkan, melainkan seperti ada denyut kecil yang berulang, ritmis, seolah tubuhnya sedang merespons sesuatu yang tidak bisa ia lihat.Nadia menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri.“Cuma capek,” bisiknya. “Cuma pikiran.”Tapi tubuhnya tidak setuju.Rasa hangat itu tidak hilang. Justru semakin jelas, berpusat di dada, lalu menjalar ke ujung jari. Bukan sakit. Tapi juga bukan sesuatu yang wajar.Tanpa benar-benar sadar kapan, kelopak matanya akhirnya tertutup.Dan saat itu, dunia berubah.Nadia berdiri di sebuah ruangan luas yang asing.Langit-langitnya tinggi, lampu-lampu putih berpendar dingin, memantul di dinding mengilap seperti rumah sakit modern. Udara terasa steril, nyaris tak
Last Updated : 2025-12-29 Read more