Bayu Andarsono, jika di kantor ia adalah sosok pemimpin sempurna, dengan wajah tampan paripurna, walaupun minus di sifatnya yang dingin, penuh intimidasi dan gila kerja. Maka, ketika pulang ke rumah, ia hanyalah seorang suami yang ditinggal pergi sang istri. Setiap malam, lelaki itu selalu konsisten untuk meninggalkan kantor pada pukul 11.30. Sebab ketika pulang ke apartemennya yang mewah, ia akan disuguhi kesunyian dan sepi tak bertepi. Apartemen mewahnya, tidak bisa sedikitpun memberikan obat bagi hatinya yang dipaksa patah. Bunga indah di hatinya yang sudah tumbuh, kini layu dan perlahan mati kekeringan. Bayu dan kesepian adalah dua hal kontras, yang dipaksa menerima satu sama lain Apartemen itu masih sama. Sama seperti yang pernah ditinggalkan Andin. Tata letak dari benda sekecil apapun, tidak diubah olehnya. Di kamar mandi, ia masih membiarkan sikat gigi Andin berada di tempatnya, meski bulu-bulunya sudah mulai kaku. Di lemari, ia secara rutin mencuci dan menyetrik
Terakhir Diperbarui : 2026-01-03 Baca selengkapnya