Jakarta, satu tahun setelah musim dingin di Zurich. Udara pagi di Bandara Soekarno-Hatta masih terasa lembap dan hangat, namun bagi Andin, aroma ini sekarang terasa seperti pelukan rumah, bukan lagi seperti udara yang menyesakkan. Ia melangkah keluar dari pintu kedatangan internasional dengan langkah yang tenang. Di tangan kirinya, ia membawa sebuah koper kecil, dan di tangan kanannya, ia memegang sebuah surat resmi pengunduran dirinya dari Rumah Sakit Universitas Zurich. Ia telah memenuhi janjinya. Satu tahun telah berlalu, dan selama itu pula, Bayu tidak pernah absen hadir dalam setiap celah hidupnya, lewat panggilan video setiap malam, kunjungan singkat setiap bulan, dan dukungan tanpa henti terhadap karirnya. Andin tidak melihat kerumunan ajudan atau barisan mobil mewah hitam yang biasanya menandai kehadiran seorang Bayu Andarsono. Kali ini, di antara kerumunan penjemput, ia melihat seorang pria berdiri sendirian. Bayu tampak jauh lebih sehat. Bahunya kokoh, wajahnya
Dernière mise à jour : 2026-01-26 Read More