"Selamat bekerja, suamiku!" seru Evelyn riang.Wanita itu berdiri di ambang pintu dengan mata yang masih terlihat mengantuk. Ia memaksakan diri bangun pagi bahkan sampai memasang tiga alarm di ponselnya hanya untuk momen pelepasan ini.Evelyn mengulurkan kedua tangannya lebar-lebar pada Davian yang sedang mengenakan sepatu di dekat pintu, isyarat minta pelukan perpisahan layaknya istri sebenarnya.Davian, yang sudah rapi dengan kemeja kerjanya, hanya menatap Evelyn datar. Ia menghela napas panjang, lalu membalikkan badan, berniat langsung pergi keluar pintu."Davian!" pekik Evelyn tidak terima, kakinya menghentak lantai. "Kau tidak mau memelukku?! Ini hari pertamamu!"Davian menoleh sedikit lewat bahunya. "Tidak." balasnya santai.Evelyn cemberut, bibirnya mengerucut maju. Tapi ia sudah bertekad menjadi istri yang suportif hari ini, jadi ia menelan kekesalannya."Baiklah kalau tidak mau peluk." ucap Evelyn, mencoba strategi lain. "Apa kamu mau makan malam sesuatu nanti? Katakan saja,
Dernière mise à jour : 2026-02-08 Read More