Menjelang sore, mereka tiba di sebuah gedung apartemen tua berlantai empat. Tidak ada lobi marmer, tidak ada resepsionis yang menyapa ramah, hanya deretan kotak surat dan tangga beton.Davian memimpin jalan ke lantai tiga, napas Evelyn sudah terengah-engah karena harus mengejar langkah pria itu.Davian berhenti di depan pintu sebuah kamar dan memutar kunci, lalu mendorong pintu itu terbuka.Davian tidak berbohong. Studio apartemen itu, walau terlihat bersih dan rapi, benar-benar kecil. Begitu pintu dibuka, Evelyn bisa melihat keseluruhan isinya dalam satu kali kedipan mata.Tidak ada sekat. Tidak ada ruang tamu. Hanya ada satu ruangan kotak. Di sudut kanan ada sebuah tempat tidur ukuran queen yang memakan hampir setengah ruangan. Di sudut kiri, hanya berjarak dua meter dari kaki tempat tidur, terdapat sebuah pantry kecil dan kulkas mini.Satu-satunya pintu lain di ruangan itu adalah pintu plastik berwarna krem di sudut, yang Evelyn yakini adalah kamar mandi.Evelyn terpaku di ambang
Dernière mise à jour : 2026-02-05 Read More