“Sok tau,” ucap Kara cepat.Ekor matanya melirik Diandra lagi, ingin melihat bagaimana reaksi gadis itu.Diandra awalnya terkejut, namun beberapa detik setelahnya ia kembali bersikap biasa saja. Seolah tak pernah mendengar apa pun.“Orang beneran tau, temen kamu tuh yang cerita.”“Siapa?”“Arseno Baskara.”‘Seno… awas lo, ya. Nggak bakal gue kasih restu buat balikan sama sahabat gue,’ batin Diandra kesal dengan kebocoran lelaki itu.“Emang, iya? Kok mama nggak pernah tau? Kamu tau, Di?”“Hm?” Diandra mendongak, tidak siap saat Miranda menanyakan hal itu padanya.“Mam, please. Bisa nggak, kita makan dengan tenang aja?”“Kan mama juga penasaran. Masa nggak boleh.”“Enggak.”Ucap Kara lagi. Kali ini lebih tegas.“Maaf, permisi… mau angkat telepon sebentar,” Diandra meninggalkan meja makan setelah muncul notifikasi panggilan dari Lavie.Ia menjauh untuk menelpon balik sahabatnya.‘Di, lo di mana?’“Di rumah, kenapa?”‘Mau ke sini, nggak?’“Lo di mana? Kok berisik banget?”‘Sirkuit. Gue mau
Read more