“Selain tanggal aku kehilangan Sandy, ini juga tanggal pertama kali kita ketemu,” lanjutnya.“Kara…” Diandra berkaca-kaca, hingga suaranya hilang ditelan udara malam.Ia tidak menyangka Kara akan menganggapnya seistimewa ini. Bukan hanya sekedar jatuh cinta, melainkan lebih dari itu… dalam, dan menyentuh.Cinta yang besar, hingga menembus ke ruang terdalam di hati Diandra.“I love you, sayang.” Suara Kara serak dan dalam.“I love you more, Sangkara.”Pertahanannya runtuh, Kara tidak bisa lagi mengendalikan diri. Ia mendekat, meraih tengkuk gadis itu sebelum menjatuhkan mulutnya di atas mulut Diandra. Mengecup, menyesap dan memberikan sedikit lumatan hingga membuat gadis itu nyaris gila.Ya, Diandra selalu suka dengan sentuhan dan ciuman Kara di bibirnya.Tok. Tok. Tok.Diandra refleks mendorong tubuh Kara menjauh saat mendengar suara ketukan pintu di kamar Kara, lalu melirik dengan wajah was-was, takut ketahuan.Kara mengelap bibirnya yang basah sebelum menjauh untuk membuka pintu.“Ka
Dernière mise à jour : 2026-01-14 Read More