Setelah mengantar Mario ke kamar hotel, Marissa segera pulang ke rumah dengan menggunakan taksi. Sesampainya di rumah, ia melihat suasana di ruang keluarga terasa hening dan dingin. Tidak ada satu orang pun di sana. Padahal biasanya di ruang keluarga itu selalu hangat dan ramai, tidak pernah sepi. Ambar, Josep, dan Wilyam selalu menghabiskan malam di ruang keluarga sambil berbincang. Karena sepi, Marissa pun segera naik ke atas menuju kamarnya. Di dalam kamar, Danendra duduk bersila di sofa sambil memegang laptop sambil menggerakan jari tengahnya dengan serius. Saking seriusnya, keningnya sampai mengerut dan matanya disipitkan. Ia pun tidak mempedulikan saat istrinya masuk ke dalam kamar. "Sayang! Kau sudah pulang?" tanya Marissa yang segera menghampiri Danendra. Tas dan paper bag yang isinya pakaiannya, ia letakan di samping tempat tidur. Di lihat dari pakaian yang dikenakannya, juga dengan rambutnya yang sedikit basah disisir ke belakang, Marissa bisa tahu, pria itu baru se
Read More