Partager

Bab 190 Ini Aku

Auteur: Tusya Ryma
last update Date de publication: 2026-03-19 23:27:34
Di ruang tamu yang nampak rapi dan bersih dengan sofa sudut yang terpasang di samping ruangan, Marissa, Ray, dan Fanny yang memakai selimut tebal di tubuhnya, duduk di sofa dengan keheningan yang tiada usai.

Ray sudah menceritakan semua hal yang ia tahu tentang pemecatan Fanny yang tiba-tiba. Itu benar-benar membuat Fanny sendiri merasa syok.

"Jadi bagaimana? Apa sekarang kau akan pergi ke kantor untuk menanyakan masalah pemecatanmu ini?" tanya Ray dengan ragu. Ia melihat Fanny masih menggig
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 426 Mama Pulang

    "Minggir! Minggir!" "Semuanya minggir!" Petugas kepolisian bergegas menahan orang-orang yang akan mendekat. Mereka semua memegang ponselnya masing-masing, lalu merekam kejadian tersebut, di mana tubuh seorang pria tergeletak di aspal dengan genangan darah yang terus keluar. "Ah ...." Melihat hal mengerikan itu, akhirnya Marissa tidak kuat lalu pingsan. Tuan Lim yang ada di sampingnya pun segera memeluk dan menahannya agar tidak terjatuh. Dari depannya, Danendra berlari, lalu menghampiri Marissa yang terlihat lemah. "Apa yang terjadi? Marissa kenapa?" tanyanya dengan cemas. Danendra melihat Marissa memejamkan mata. Ia semakin panik, lalu memanggil bawahannya dan memintanya untuk segera membawa Marissa ke rumah sakit. Di dalam mobil, Danendra begitu cemas, bukan hanya karena melihat kejadian mengerikan yang terjadi pada Ken, tetapi juga karena melihat istrinya yang saat ini tidak sadarkan diri. Tuan Lim sudah menceritakan kronologi kejadiannya pada Danendra, dan ia pun semakin

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 425 Itu ... Benar-Benar Ken!

    "Siapa yang tidak tahu diri? Aku atau kau?" Tuan Lim benar-benar tidak mengerti. Kenapa dia yang jahat, tapi dia sendiri yang merasa terzalimi? Bukannya menjawab, Ken malah menyeret Tuan Lim keluar dari apartemen itu. "Ahhh!" Tindakan Ken yang kasar itu membuat Tuan Lim hampir tersungkur. "Kemari, kita harus bicara!" Ken menutup pintu dengan keras hingga Marissa yang ada di dalam merasa terkejut. Ken menarik Tuan Lim ke dalam lift. "Eh, lepaskan! Apa yang kau lakukan? Dasar tidak tahu diri!" Tuan Lim menghempaskan tangannya dari genggaman Ken. Tuan Lim yang memang bukan pria tua yang lemah, mencoba melawan Ken yang pernah menganiayanya. Tuan Lim tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi. "Diam! Kita harus berbicara!" Ken masih saja memaksa. Ia bersiap menutup pintu lift. Sebelum pintunya benar-benar tertutup, tiba-tiba Marissa keluar dari unit apartemen, lalu berteriak pada Ken dan Tuan Lim. "Tunggu!" Marissa bergegas menghampiri mereka. Ken kembali membuka pintu. Ia terl

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 424 Seperti Orang Gila

    Benar saja, Ken yang masih dendam pada Marissa, juga pada Tuan Lim yang kabur entah ke mana, akhirnya datang ke tempat tinggal Danendra. Dia memakai pakaian serba hitam, juga topi hitam yang ditarik ke depan hingga menutupi hampir sebagian wajahnya. Orang-orang yang berpapasan dengannya pun tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Sebelum mencari Marissa, terlebih dahulu Ken menemui petugas keamanan. Dia meminta bantuan petugas itu untuk memanggil Marissa. "Tolong sampaikan pada Nona Marissa, ada paket dari seseorang! Suruh dia menemuiku di tempat parkir. Soalnya paketnya lumayan besar, masih ada di dalam mobil!" jelas Ken dengan sedikit berbohong. "Oh! Nona Marissa istrinya Pak Danendra, ya?" "Iya, itu!" "Baik! Tunggu sebentar! Akan saya panggilkan!" Setelah itu, petugas keamanan benar-benar pergi ke lantai atas. Dia segera ke unit apartemen milik Danendra. Di depan pintu apartemen, pelayan membuka pintu setelah ada bunyi bel. Petugas keamanan pun segera menyampaikan apa yang

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 423 Kakek Buyut

    "Oh, iya! Silakan!" Marissa pun mempersilakan Dokter Ma untuk keluar. Ia mengantar dokter itu sampai ke depan pintu. *** Sore hari, Danendra sudah kembali bersama anak-anaknya. Namun, ia langsung mengantar mereka ke rumah orang tuanya karena di apartemen ada Tuan Lim yang sedang sakit. Takutnya anak-anak mengganggu kakek Marissa yang sedang dalam masa pemulihan itu. "Bagaimana keadaan Tuan Lim sekarang? Apa dia mau makan?" tanya Danendra di ruang keluarga. Tadi siang Marissa bilang padanya kalau Tuan Lim tidak ingin makan. Dia hanya terdiam sambil memejamkan mata, padahal tidak tidur. "Ya! Sedikit demi sedikit sudah ada makanan yang masuk. Tapi Tuan Lim masih tidak mau berbicara!" balas Marissa yang terlihat sedih. Sesuai dengan apa yang Marissa dengar dari Bram, Tuan Lim sengaja berpura-pura gila di depan Alex. Padahal sebenarnya dia baik-baik saja. Hanya perasaannya saja yang sakit karena ditikam langsung dari belakang oleh orang yang sudah dianggapnya sebagai anak. Itu

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   422 Ke Tempat yang Jauh

    "Tadi ... wanita itu memaksa saya untuk bangun. Padahal saya sudah bilang, saya tidak bisa. Tapi dia terus memaksa!" Ken mengarang cerita. Ia tetap dengan pendiriannya, "Lumpuh!". "Hem ...." Tentu saja, bodyguard yang menyamar menjadi perawat itu tidak percaya dengan apa yang Ken katakan. Sesuai dengan apa yang tadi dia lihat dari rekaman kamera tersembunyi yang ada di ruangan itu, Ken menyerang Marissa dan terus menekannya ke tempat tidur. Ken baik-baik saja dan dia tidak lumpuh. "Ya, sudah! Kalau begitu, saya permisi!" Bram tidak peduli lagi. Ia bersiap pergi meninggalkan Ken di ruangan itu. Yang terpenting saat ini, mereka sudah punya bukti atas kebohongan dan kejahatan Ken. Cepat atau lambat, pria jahat itu akan segera dilaporkan ke polisi. Setelah Bram pergi, akhirnya Ken bisa bernapas dengan lega. Ia mengambil ponselnya yang disembunyikan di bawah bantal, lalu menghubungi seseorang. Ia meminta orang itu untuk datang ke kamarnya. Lima menit kemudian, orang yang dihubungin

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 421 Menyebalkan Bagaimana?

    "Hah... gila? Siapa yang sudah gila? Aku... apa aku yang gila? Haha...." Tiba-tiba Ken tertawa. Ia seperti orang kehilangan akal yang terus berbicara, marah, lalu tertawa sendiri. "Yang gila itu adalah kau! Sejak kau hadir, semuanya berubah menjadi kacau! Tuan Lim menganggapmu sebagai cucu, lalu mendambakan bertemu dengan Ghio! Apa menurutmu itu tidak gila?" Ken semakin menekan Marissa. Ia sudah membuka mulut Marissa dan membiarkan wanita itu berbicara. "Ken... aku baru tahu, kau membenciku karena hal ini! Kau takut Tuan Lim lebih memedulikan aku daripada kau!" teriak Marissa tanpa rasa takut sedikitpun. Rasa sakit akibat kematian sang ayah yang dicelakai pria itu membuat Marissa tidak lagi takut pada apapun. Apalagi berhadapan dengan Ken. Ia akan melawan dan akan menuntut balas sampai pria itu merasakan penderitaan yang sama seperti yang dirasakan oleh ayahnya. "Apa kau takut semua harta Tuan Lim jatuh ke tanganku?" tiba-tiba Marissa mengatakan hal itu. Ia bisa menebak, Ken sa

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 106 Ini Bukan yang Kuinginkan

    Selama ini, Mario selalu menahan diri untuk tidak terlalu dekat dengan ibunya karena neneknya selalu melarang. Sebagai anak kecil yang masih polos, tentu saja Mario sangat takut dengan ancaman itu. Ia selalu menjaga jarak dengan Marissa agar ibu angkatnya tidak disakiti. Dan sekarang, setelah ap

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-27
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 102 Video yang Salah

    Beberapa menit kemudian Darius pun datang. Ia mengenakan pakaian serba hitam dengan topi yang menutupi setengah wajahnya. Ia sengaja menunduk agar orang yang bertemu dengannya tidak bisa melihat wajah aslinya dengan jelas.Awalnya, Darius memang tidak tahu dengan perubahan yang terjadi pada video i

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-27
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 101 Sangat Kecewa

    Setelah beberapa saat, panggilan telepon pun berakhir. Danendra segera menutup ponselnya, lalu menoleh ke samping. Ia menatap wanita yang sedang duduk di sofa itu dengan tajam."Kapan kau datang?" tanyanya dengan heran.Ia segera bangkit dari tempat tidur, lalu berjalan menghampiri Sely.Danendra b

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-27
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 91 Kedatangan Tuan Josep

    Tapi ... mendengar ucapan Sari yang terakhir, Marissa menjadi bingung. Ia segera menyimpan alat makanya, lalu menatap Pelayan Sari dengan heran."Apa katamu, tadi? Aku ... harus tetap tinggal?"Untuk apa tinggal? Toh, Danendra dan Mario juga sudah pergi."Ya, Nona!" Pelayan itu pun mengangguk. "Tua

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-26
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status