공유

Bab 190 Ini Aku

작가: Tusya Ryma
last update 게시일: 2026-03-19 23:27:34

Di ruang tamu yang nampak rapi dan bersih dengan sofa sudut yang terpasang di samping ruangan, Marissa, Ray, dan Fanny yang memakai selimut tebal di tubuhnya, duduk di sofa dengan keheningan yang tiada usai.

Ray sudah menceritakan semua hal yang ia tahu tentang pemecatan Fanny yang tiba-tiba. Itu benar-benar membuat Fanny sendiri merasa syok.

"Jadi bagaimana? Apa sekarang kau akan pergi ke kantor untuk menanyakan masalah pemecatanmu ini?" tanya Ray dengan ragu. Ia melihat Fanny masih menggi
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 191 Sangat Akrab

    Tiba di lantai paling atas, Marissa dan Wilyam keluar dari dalam lift, lalu berjalan menuju ruangan wakil presdir. Saat Wilyam akan membuka pintu ruangan itu, tiba-tiba Marissa menarik tangan adik iparnya, mencegah Wilyam untuk membuka pintu. "Ah, jangan! Sebaiknya kita tunggu saja di sini!" Marissa menarik Wilyam ke kursi tunggu yang ada di sebelah kanan. "Aku mengajakmu karena tidak enak menunggu sendirian di sini," ucap Marissa yang masih memegang tangan Wilyam. Lalu menyuruhnya untuk duduk. Marissa tidak ingin mengganggu Danendra dan tamunya. Ia akan menunggu mereka sampai selesai. "Tidak apa-apa! Yang ada di dalam sekarang bukan tamu penting, kok! Itu hanya teman Danen saja. Sama sekali tidak masalah," jelas Wilyam sambil bangkit berdiri. Wilyam pun sudah berdiri. Ia menunduk, menatap Marissa dengan heran. Ada perasaan yang mengganjal di hatinya saat melihat Marissa ada di kantor ini. Karena penasaran, Wilyam pun segera bertanya, "O, iya! Tadi malam, Kakak Ipar tidak

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 190 Ini Aku

    Di ruang tamu yang nampak rapi dan bersih dengan sofa sudut yang terpasang di samping ruangan, Marissa, Ray, dan Fanny yang memakai selimut tebal di tubuhnya, duduk di sofa dengan keheningan yang tiada usai. Ray sudah menceritakan semua hal yang ia tahu tentang pemecatan Fanny yang tiba-tiba. Itu benar-benar membuat Fanny sendiri merasa syok. "Jadi bagaimana? Apa sekarang kau akan pergi ke kantor untuk menanyakan masalah pemecatanmu ini?" tanya Ray dengan ragu. Ia melihat Fanny masih menggigil di dalam selimut dengan wajah yang sudah memerah. Kelopak matanya pun terlihat sayu. "Biar aku saja yang pergi ke kantor menemui Danen! Kau antar saja Fanny ke klinik untuk diperiksa! Fanny tidak bisa pergi ke manapun dengan keadaannya seperti ini, apalagi ke kantor, membicarakan masalah serius atas pemecatannya! Lebih baik Fanny istirahat di rumah," balas Marissa tanpa menunggu tanggapan dari Fanny yang duduk di sampingnya. Marissa merasa bertanggungjawab atas hal ini karena semalam Dan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 189 Tidak Akan Memaksa

    Di tempat parkir, Danendra masih memegang kerah pakaian Ethan. Ia tidak membiarkan pria itu kabur sebelum dirinya puas membuat perhitungan dengannya. Dari arah pintu keluar klub, Marissa dan Fanny keluar bersama, berjalan menuju jalan raya dengan sedikit terhuyung. Ethan pun melihat mereka. Ia segera mengangkat jari telunjuknya yang diarahkan ke arah Marissa dan Fanny. "Tuh, istrimu pergi!" Danendra segera melihat arah yang ditunjuknya. Di sana Marissa dan Fanny sedang berdiri di pinggir jalan, lalu menghentikan taksi. Pandangannya pun semakin menggelap. Sebelum mereka masuk ke dalam taksi, Danendra segera melepaskan cengkramannya di kerah pakaian Ethan, lalu setengah berlari menghampiri istrinya. Ethan pun hampir terguling ke tahan karena dorongannya. Di samping taksi, Marissa membuka pintu mobil, lalu membantu Fanny duduk di kursi penumpang. Setelah itu, ia pun bersiap masuk. Belum sempat dirinya duduk di samping Fanny, tiba-tiba seseorang memanggilnya dari belakang. "Ma

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 188 Tubuh Fanny

    "Senang bagaimana maksudmu?" Marissa tidak habis pikir, mantannya ini benar-benar sudah gila. Padahal Fanny merupakan teman Ethan juga. Tapi dia malah membiarkan Fanny bersama orang asing di ruangan lain. "Sudahlah! Aku mau pergi sendiri mencari Fanny! Mana kuncinya?" Marissa meminta kunci ruangan itu pada Ethan. Tatapannya begitu tajam menatap pria itu. Sebelum Ethan merespon permintaan Marissa, tiba-tiba ponsel Ethan berbunyi. Dia pun segera mengambil ponsel dari dalam saku celana tanpa mempedulikan tangan Marissa yang terulur ke depannya. "Halo!" sapa Ethan yang masih dengan posisinya berdiri di depan Marissa. Ia tidak beranjak sedikitpun walau saat ini dirinya sedang menerima panggilan telepon. Dari seberang telepon, terdengar suara seorang pria yang berkata pada Ethan, "Bagaimana dengan wanita ini? Apa boleh kami mainkan?" Ethan terdiam beberapa saat sambil melihat ke arah Marissa. Lalu berkata pada orang yang ada di seberang telepon. "Terserah kalian! Lakukan apapu

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 187 Hah? Marissa?

    Pukul 10 malam, Danendra sudah mandi dan mengganti pakaian dengan setelan olah raga berwarna hitam. Ia berdiri di dalam kamarnya, mondar-mandir sambil memegang ponselnya dengan perasaan yang sangat gelisah. Lebih dari sepuluh kali Marissa menghubunginya, tapi Danendra tidak tahu karena tadi sore ponselnya tertinggal di laci ruang kerja, sedangkan dirinya sedang rapat bersama beberapa staf di ruangan lain. Dan sekarang, saat Danendra akan menghubunginya lagi, Marissa malah tidak mengangkat teleponnya. "Apa Marissa marah? Sekarang, dia balas dendam?" Danendra menjadi cemas. Ia membaca kembali pesan singkat yang tadi dikirim Marissa padanya. ["Malam ini, aku tidur di tempat Fanny!"] Setelah satu pesan itu, tidak ada pesan atau bahkan panggilan darinya lagi. "Kenapa harus tidur di tempat Fanny?" Danendra menatap sekeliling kamarnya yang nampak luas dengan dekorasi yang juga sangat nyaman. Menurutnya, kamar ini sangat bagus dan bersih. Tidak mungkin Marissa tidak nyaman berad

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 186 Tidak Mengganggu Marissa

    Di depan rumah Fanny, Marissa turun dari dalam taksi sambil memegang kunci rumah. Ia masih berdiri di samping taksi sambil melihat Fanny yang masih ada di dalam taksi. "Apa kau yakin mau pergi menemui Ethan? Aku sedikit khawatir! Lebih baik, aku ikut denganmu!" Marissa ragu dengan hal itu. Ia pun bergegas melangkah ke depan dan membuka pintu taksi itu lagi. Fanny segera mencegahnya. Ia menahan pintu agar tidak dibuka. "Tidak usah! Kau masuk ke rumah saja! Biar aku yang habisi si keparat Ethan itu!" Fanny masih kesal. Bukan karena dulu Ethan sudah melukai hati dan perasaan Marissa dengan berselingkuh dengan teman baik mereka—Karina, tapi juga karena Ethan menjadi penyebab Marissa dibenci oleh mertuanya. "Tapi, Fan—" "Sudahlah! Sana masuk!" Fanny menujuk rumah yang ada di belakang Marissa dengan ekor matanya. "Di kulkas ada makanan. Kau bisa memanaskannya ke microwave!" Fanny benar-benar tidak bisa mengajak Marissa menemui Ethan. Pasalnya, tadi di dalam taksi, Ethan meng

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 37 Lebih Jujur

    Malam hari, angin bertiup sepoy-seloy terasa sangat sejuk. Marissa berjalan sendiri di trotoar jalan sambil menikmati indahnya pemandangan kota di malam hari. Hawa di sana tidak terlalu dingin, juga tidak terlalu panas. Itu membuat Marissa sangat menyukai momen malam ini. Saat ini, Marissa ingin

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 35 Masa Lalu Danendra

    "Kalau tidak di sini, lalu di mana lagi? Apa di luar?" tanya Danendra dengan datar. Ia tidak ada pemikiran apapun selain itu. "Ya, bukan! Maksud saya, saya tidak yakin untuk mengganti pakaian di sini karena ...." Marissa melihat Danendra yang ada di sampingnya. Ia merasa canggung harus melepas

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 39 Kalung Itu ....

    Marissa menarik tangan kekar Danendra dan mengambil paksa kalung milik putranya dari tangan pria itu. "Asihhh! Marissa! Apa yang kau lakukan? Aawwhh!" Marissa tidak tahu, gerakannya yang seperti itu melukai perut bagian bawah Danendra. Yang Marissa pedulikan hanya kalung milik putranya saja. "A

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 41 Menghilang

    Danendra sudah tidak bisa menahan diri lagi. Dengan cara kasar, wanita itu menjadi murung. Dengan cara halus, ia tetap memilih bungkam. Danendra benar-benar kebingungan—harus bagaimana agar Marissa mau menjawab? “Pak Danen!” Tiba-tiba Marissa menggeser tubuhnya ke samping, menghindari gerakan

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status