Di jalan yang cukup ramai, Danendra mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia terus memikirkan ucapan Zain tadi tentang Marissa dan Mario yang dibawa pergi oleh orang-orang asing. Saat Danendra menghubungi ponsel Marissa, awalnya terhubung, tapi, beberapa detik kemudian panggilannya ditutup. Dihubungi lagi, ponselnya sudah tidak aktif. Antara percaya dan tidak, Danendra merasa ini benar-benar aneh. Marissa dan Mario tiba-tiba menghilang, padahal tadi pagi mereka masih ada di rumah. "Siapa yang membawa Marissa dan Mario? Apa itu orang suruhan Papah?" "Apa Papah sengaja melakukan hal ini kepadaku? Menyuruhku membawa Marissa dan Mario ke rumah, tapi di belakang dia menyuruh seseorang untuk membawa mereka pergi?" Kalau dipikir lagi, ini memang sedikit aneh. Hanya karena permohonan Ambar, Josep mengalah dan merestui hubungannya dengan Marissa. Bahkan, Tuan Besar di keluarga Adipraja itu menyuruh Danendra segera membawa Marissa ke rumah sebelum ayahnya itu berubah pikiran.
Read more