Tiba di lantai paling atas, Marissa dan Wilyam keluar dari dalam lift, lalu berjalan menuju ruangan wakil presdir. Saat Wilyam akan membuka pintu ruangan itu, tiba-tiba Marissa menarik tangan adik iparnya, mencegah Wilyam untuk membuka pintu. "Ah, jangan! Sebaiknya kita tunggu saja di sini!" Marissa menarik Wilyam ke kursi tunggu yang ada di sebelah kanan. "Aku mengajakmu karena tidak enak menunggu sendirian di sini," ucap Marissa yang masih memegang tangan Wilyam. Lalu menyuruhnya untuk duduk. Marissa tidak ingin mengganggu Danendra dan tamunya. Ia akan menunggu mereka sampai selesai. "Tidak apa-apa! Yang ada di dalam sekarang bukan tamu penting, kok! Itu hanya teman Danen saja. Sama sekali tidak masalah," jelas Wilyam sambil bangkit berdiri. Wilyam pun sudah berdiri. Ia menunduk, menatap Marissa dengan heran. Ada perasaan yang mengganjal di hatinya saat melihat Marissa ada di kantor ini. Karena penasaran, Wilyam pun segera bertanya, "O, iya! Tadi malam, Kakak Ipar tidak p
Read more