Sudah beberapa bulan ini, setelah Marissa tidak lagi bekerja satu kantor dengan Fanny dan Ray, mereka jadi jarang bertemu. Hanya sesekali saling menyapa lewat panggilan telepon dan pesan singkat, mereka tidak terlalu bebas untuk menceritakan banyak hal. "Coba, aku telepon Marissa dulu! Mungkin dia belum tahu," ucap Fanny sambil mengambil ponselnya dari dalam tas. Lalu ia mencari nomor kontrak teman baiknya. Benar saja, Fanny segera menelepon Marissa, namun tidak ada jawaban dari seberang telepon. "Aish! Ke mana, dia? Kenapa tidak menjawab panggilanku?" Baru saja Fanny ingin menghubungi Marissa lagi, tiba-tiba seseorang menabrak tubuhnya sampai ponselnya terjatuh ke bawah. Fanny pun ingin marah, tapi saat dilihat, yang menabraknya adalah Danendra. Pria gagah dan tampan itu keluar lagi dari dalam lift setelah menerima panggilan telepon dari seseorang. Danendra terlihat cemas berjalan keluar dari gedung kantor dengan langkah yang sangat cepat. Josep dan Wilyam hanya melihatnya
Read More