Share

Bab 208 Syukurlah

Penulis: Tusya Ryma
last update Tanggal publikasi: 2026-04-02 22:24:27

Di pagi hari yang cerah—pukul 10 lewat lima, Danendra terbangun di tempat tidur yang empuk dengan denyutan dan rasa sakit di kepalanya.

Kamar bergaya minimali modern yang sudah mulai terang karena gorden tidak ditutup itu membuat Danendra bisa melihat semua hal yang ada di dalam kamar dengan jelas, termasuk melihat wanita yang berbaring di sampingnya.

"Ahhh! Luna? Sedang apa kau di tempat tidurku?" Danendra pun terkejut dengan hal itu.

Ia pikir dirinya tidur di kamarnya sendiri, padahal itu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 209 Alasan Saja

    Setelah turun dari dalam taksi, Marissa, Darius, dan juga Mario berjalan masuk ke dalam restoran yang cukup luas, tapi tidak terlalu ramai karena ini masih pagi. Mereka pun segera mencari meja Danendra. Kata Asisten Anas, Danendra sudah menunggu mereka di restoran itu. Walau awalnya Darius tidak setuju dengan permintaan Asisten Anas untuk bertemu dengan suami Marissa itu sekarang, tapi, mau tidak mau Marissa dan Darius harus pergi sebelum pria itu berubah pikiran. "Papa Danen! Itu Papa Danen!" Tiba-tiba Mario berteriak sambil menunjuk seseorang yang sedang duduk di sebuah meja dengan tatapan tajam melihat ke arahnya. Anak kecil itu sangat antusias melihat ayah pertamanya ada di sana "Ayo, Ma! Itu Papa Danen! Kita ke Papa Danen!" ajak Mario sambil menarik tangan Marissa berjalan menghampiri Danendra. Dari awal, Mario sudah tahu dengan maksud dan tujuan mereka terbang ke Kota A. Mereka datang ke kota itu untuk bertemu dengan ayah pertamanya—Danendra. Mereka akan membicarakan masal

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 208 Syukurlah

    Di pagi hari yang cerah—pukul 10 lewat lima, Danendra terbangun di tempat tidur yang empuk dengan denyutan dan rasa sakit di kepalanya. Kamar bergaya minimali modern yang sudah mulai terang karena gorden tidak ditutup itu membuat Danendra bisa melihat semua hal yang ada di dalam kamar dengan jelas, termasuk melihat wanita yang berbaring di sampingnya. "Ahhh! Luna? Sedang apa kau di tempat tidurku?" Danendra pun terkejut dengan hal itu. Ia pikir dirinya tidur di kamarnya sendiri, padahal itu kamar di hotel yang dipesan oleh Luna untuknya. Danendra segera bangkit, lalu duduk di tempat tidur sambil terus memperhatikan wanita di sampingnya. Kepalanya masih terasa sakit dan berdenyut, tapi ia terus menahannya. "Aishhh! Kenapa kita jadi tidur di sini?" Ia baru menyadari, ternyata ini kamar asing. Semalam, Danendra terus mengoceh tentang rasa sakit hatinya karena pengkhianatan Marissa dan Darius. Danendra tidak menyadari, wanita yang terus dipeluknya itu merupakan wanita lain. Dan wan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 207 Dibujuk Oleh Teman Wanita

    Malam hari, di sebuah tempat hiburan terbesar di Kota A, Danendra duduk bersama kedua teman-temannya. Ia sudah menghabiskan minuman entah berapa botol, sampai membuat teman-temannyakhawatir. "Sudah, Danen! Hentikan! Kau bisa mati kalau terus seperti ini!" sergah Nugi sambil meraih botol dari tangan Danendra. Pria mabuk itu tidak mau mendengar. Danendra kembali menarik botol itu dari tangan Nugi hingga tanpa sengaja botol berisi minuman itu terlepas dan pecah di lantai. "Aishhh! Kalian ini temanku atau bukan? Kenapa mengganggu kesenanganku?" teriak Danendra dengan emosi yang tidak terkendali. Danendra sangat muak dengan kehidupannya yang seperti ini, terus dikhianati oleh wanita. Padahal dirinya sangat setia pada pasangan, tidak pernah sekalipun mendua. "Danen! Sadarlah! Melampiaskan amarahmu dengan cara seperti ini, tidak ada gunanya! Mungkin kau hanya akan melupakan amarahmu selama efek minuman itu masih ada! Tapi nanti setelah hilang, amarahmu itu akan kembali lagi!" Jimy

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 206 Bercerai?

    Namun sepertinya, anak itu tidak mau pergi. Dia masih ingin melanjutkan membeli perlengkapan bayi untuk adik kecilnya. "Ayolah, Ma! Aku mohon, ya!" Melihat wajah anak kecil itu memelas, Marissa pun tidak tega. Ia segera melepaskan Mario dari pelukannya, lalu turun dari mobil. "Baiklah! Kali ini saja, ya! Ke depannya, Mama tidak akan pergi ke mana-mana! Mama akan menuruti semua ucapan dokter, jadi Mario jangan mengajak Mama ke mana pun lagi!" "Oke!" Anak itu pun setuju. Mario begitu senang bisa pergi bersama ibunya ke mal sambil berpegangan tangan. Ia juga senang bisa jalan-jalan walau hanya pergi ke toko perlengkapan bayi. "Akhirnya, aku bisa bersama Mama lagi!" Ini sudah sangat lama setelah Marissa dibawa oleh Darius ke kota itu, Mario tidak pernah bisa pergi dengan ibunya karena wanita itu terus mengurung diri di dalam kamar. Jangankan diajak pergi ke luar, makan bersama di meja makan pun, Marissa selalu menolak. Baru kali ini ia bisa bersikap tenang, tanpa ada emosi sedih la

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 205 Mendapat Keistimewaan

    "Bagaimana Sa? Sekarang kau percaya, kan, ada dua bayi di dalam perutmu?" tanya Fanny yang menemani Marissa di ruang periksa. Saat ini dokter dan susternya sedang menyiapkan obat. "Ya!" Marissa pun mengangguk. Ia duduk bersama Fanny di depan meja dokter. "Sekarang aku harus bagaimana?" tanya Marissa dengan pelan. Pandangan matanya sedikit kosong dan melihat ke sembarang arah. Pikiran Marissa masih kacau, dan beban di kepalanya semakin banyak. Ia memikirkan banyak hal, termasuk bayi tak berdosa yang ada di perutnya. "Bagaimana apanya?" Fanny tidak mengerti. Ia segera memegang kedua bahu Marissa, memaksa teman baiknya itu untuk menatap dirinya. "Dengarkan aku! Yang harus kau lakukan saat ini ialah... fokus pada bayi yang ada di dalam perutmu! Jangan lagi memikirkan hal-hal yang membuatmu stres! Kematian Tante Merina, aku tahu, dan aku pun bisa merasakannya! Kau pasti sedih dan kecewa! Tapi kau tidak boleh murung terus, ibumu akan sedih melihatmu seperti ini! Ayo, semangat, Sa! Tun

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 204 Melalui Ujian Ini Bersama-Sama

    Pukul delapan malam, Fanny mengetuk pintu kamar Marissa beberapa kali, lalu mendorong pintu tanpa mendengar jawaban dari dalam. Seketika pintu kamar itu terbuka lebar, cahaya terang dari lampu luar langsung masuk ke dalam kamar yang nampak gelap. Fanny pun segera menyalakan lampu kamar itu dan melihat Marissa berbaring di tempat tidur tanpa memakai selimut. "Sa! Bangunlah! Jangan dulu tidur, kau kan belum makan!" ucap Fanny sambil berjalan menghampiri Marissa. Ia duduk di samping tempat tidur, lalu mengusap punggung Marissa dengan pelan. Wanita itu tidur menyamping, memunggungi Fanny. "Sa! Apa kau sudah tidur?" Fanny menunduk, melihat Marissa yang tiba-tiba membuka matanya dengan tatapan tajam menatap Fanny. Tindakan Marissa itu membuat Fanny terkejut. Dia hampir loncat ke bawah saking terkejutnya melihat tatapan maut Marissa. "Kau sungguh mengagetkan aku!" ucap Fanny sambil mengelus dadanya sendiri. Marissa pun segera bangkit, lalu duduk sambil bersandar di kepala tempa

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 124 Aku Bukan Lisa!

    Langit sudah gelap lagi, ruangan itu kembali dingin dan sepi. Marissa terbangun di ruangan yang terang dengan alas yang terasa hangat dan empuk, bukan lagi di lantai yang dingin. Sekarang sudah ada selimut berukuran sedang yang menutupi tubuh rampingnya, membuatnya sedikit lebih hangat. Dari luar

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 132 Dilamar

    Di dalam pesawat pribadi yang sangat nyaman, Danendra duduk bersama Marissa di kursi tengah. Pesawat itu tidak langsung terbang ke Kota A sesuai bayangan Marissa. Tapi, Danendra sengaja mengajak Marissa ke tempat yang sangat indah di pulau yang lumayan jauh. Pulau itu sangat tenang dan nyaman deng

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 128 Kesenangan

    Pagi hari, di rumah keluarga Mahesa, Mario terus saja ke kamar mandi, dia muntah dan buang air. Makan sedikit saja perutnya langsung berbunyi. Tubuhnya menjadi lemas dan pucat. Sudah dari kemarin anak itu seperti ini, sampai Tuan Besar Mahesa merasa cemas. Tapi Darius tidak tahu akan hal itu. "

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 126 Datang Lebih Cepat

    Harusnya, setelah Marissa yang menyamar menjadi Sely kembali ke ruangan yang gelap, Sely segera beraksi dengan mengecoh penjaga di depan, lalu mencuri kunci ruangan itu. Sely harus membuka ruangan gelap yang saat ini ditempati oleh Marissa sebelum Darius kembali. "Apa Sely mengkhianatiku? Dia tida

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status