"Hah! Uang?" Zain baru mengingatnya. Ia langsung berbicara pada Darius, "Kembalikan saja! Bilang padanya, aku tidak mau menerima uang itu!" Hanya masalah kecil saja, kenapa Marissa sangat perhitungan? Dia bahkan tidak mau menerima niat baik Zain. "Emh, baiklah! Nanti aku akan bilang!" Sebagai orang yang ada di tengah-tengah, Darius jadi serba salah. Ke sini sepupu dan ke sana ibu dari anaknya. Darius tidak bisa memihak salah satu dari mereka. "Sudah dulu, ya! Aku sedang makan. Nanti disambung lagi!" ucap Darius sebelum dia menutup teleponnya. "Baiklah! Kalau jadi pulang, jangan lupa untuk memberitahuku, ya!" "Emh!" Darius pun mengangguk. Setelah itu, sambungan telepon ditutup.*** Di malam hari, Danendra dan Darius benar-benar pergi ke tempat Tuan Lim. Mereka datang tanpa memberitahu siapa pun, termasuk Ken. Di depan gerbang rumah yang sangat besar, Darius turun dari dalam mobil, lalu berbicara dengan petugas keamanan. "Ya, kami sudah membuat janji sebelumnya. Kata Tuan Li
Read More