“Bunda! Bunda!” Rayyan berteriak panik saat bianglala berputar dan dirinya berada di puncak. Aku segera berlari ke arah operator wahana raksasa itu dan memintanya menghentikan putaran dan menurunkan putraku dari sana.“Sabar ya, Bu, setengah putaran lagi,” kata lelaki muda menenangkanku.Aku segera mendongak ke atas dan melambaikan tangan sambil berteriak, “Rayyan, Bunda di sini! Sabar ya! Rayyan anak hebat!” Perhatian Rayyan ada padaku sehingga ketegangan di wajahnya mulai memudar dan tanpa sadar posisinya sudah ada di bawah dan operator menghentikan wahana.“Terimakasih banyak, Mas, dan maaf mengganggu pengunjung lain,” kataku sambil mengangguk menangkupkan tangan.“Tak apa, Bu, kadang anak memang begitu. Takut setelah di atas. Sudah biasa kok.”“Sarah!” Seseorang menggoncang bahuku lembut dan menarikku ke dalam dunia nyata. Aku melamun.“Maaf, Dok, saya melamun,” kataku menahan malu.“Apa kau sangat merindukan anak-anak?”“Iya.”“Kau punya banyak kenangan tentang taman bermain in
Última atualização : 2026-01-26 Ler mais