“Assalamualaikum!”Seruan Salam dari pintu depan mengalihkan perhatian Bapak dan Dokter Wan yang sedang duduk mengobrol. Sambil mengangkat tangan tanda menjeda obrolan lelaki dengan sarung dan koko itu beranjak menghampiri daun pintu yang memang tidak ditutup.“Waalaikumusalam ….Wah Pak RT, silakan-silakan,” kata Bapak ramah sambil mempersilakan tamunya masuk.“Silakan duduk, Pak.” Dokter Wan bangkit dan meyalami tamu yang baru saja datang lalu mempersilakan duduk.Sikap Dokter Wan yang serupa tuan rumah membuat suami Bu Siti itu tampak canggung dan sungkan. Tatapannya mengarah pada Bapak dengan wajah mengisyaratkan tanya.“Silakan duduk dulu,Pak,” kata Bapak mengabaikan rasa ingin tahu tamunya.Pak Zulkarnain yang merupakan ketua RT di lingkungan Bapak duduk dengan sedikit gelisah. Penampilan Dokter di hadapannya itu sangat menonjol dengan karisma kuat membuatnya bingung bagaimana memulai percakapan. Untungnya Bapak sangat paham dan segera mengakhiri suasana kurang nyaman itu.“Nak
Terakhir Diperbarui : 2026-01-07 Baca selengkapnya