Jena meminumnya perlahan selagi masih hangat. Rasanya enak, varian coklat memang menjadi favoritnya dan sepertinya ibu mertuanya itu sangat perhatian. Jena tidak bisa menolak kalau itu dari Bu Najwa, saudara perempuan ibu yang begitu menyayanginya. Sudah menganggap Jena seperti anaknya sendiri. Bahkan beliau lah orang yang paling marah saat tahu Arlo merampas Jena. Uhuks! Gegara minum sambil mikir, jadinya kesedak, Arlo langsung mendekat khawatir. "Jen, pelan-pelan," kata pria itu lembut. Sedari tadi dia memang memperhatikan istrinya minum sembari melamun. Mungkin banyak yang dipikirkan. "Hmm," jawab Jena bergumam pelan. Dia menaruh gelas yang tinggal terisi separonya lalu memilih kembali rebahan. "Obat sama vitaminnya nanti jangan lupa diminum ya, setelah makan. Mau aku bawa ke kamar saja kalau masih lemes keluar," kata, Arlo mengingatkan. "Nanti saja, aku belum lapar," tolak Jena datar. "Oke, aku keluar dulu, kalau perlu sesuatu manggil saja," pesan pria itu lalu beran
Last Updated : 2026-02-01 Read more