Faya tidak langsung pulang ke rumah setelah itu. Melainkan dia sengaja memutari kota tak tentu arah.Sembari menyetir, Faya bernyanyi-nyanyi dengan suara keras, menimpali musik yang sengaja dia putar. Air matanya menetes, tetapi suaranya tetap nyaring mengikuti lirik yang diperdengarkan dari video di mobilnya.“Hei, Papa Agusto, kamu menyuruhku bahagia?” jerit Faya di sela-sela bernyanyinya. “Oke! Kebahagaianku adalah bersama Revan. Jadi aku akan selalu mencari cara untuk kembali pada sumber kebahagiaanku itu.”“Revan, tunggu aku, Baby! Aku akan binal sebinal-binalnya bersamamu!” Faya tertawa, lalu kembali bernyanyi sambil menggoyangkan badan. Sementara air matanya terus berlomba turun.***Faya yang sudah berbaring di tempat tidur, langsung memejamkan mata begitu mendengar pintu kamar dibuka. Telinganya menangkap ketukan langkah kaki di atas lantai, yang bisa dia pastikan adalah milik Alex.Langkah itu terasa berhenti sekejap. Satu detik, dua, tiga… untuk kemudian terdengar lagi mend
Last Updated : 2025-12-29 Read more