LOGIN"Tenang saja, Tuan Faisal. Saya sendiri yang akan membantu mengawasi pergaulan Arka di Jakarta selama dia menjalin hubungan dengan adik saya," ujarku memberikan jaminan keamanan kepada kolega bisnis ayahku tersebut."Kalau Tuan Muda Rafli yang memberikan jaminan, saya sedikit merasa lega. Tapi tetap saja, pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama bagi kamu, Arka," ucap Tuan Faisal akhirnya mulai melunak.Istri Tuan Faisal tiba-tiba memperbaiki posisi duduknya dan menatap Shella dengan penuh minat. Sebagai seorang sosialita, dia sepertinya mulai menghitung potensi hubungan kekeluargaan yang mungkin terjadi di masa depan antara dua dinasti logistik besar ini."Adik bungsumu itu seperti apa kepribadiannya, Nak Shella? Apakah dia juga secantik dan secerdas dirimu?" tanya istri Tuan Faisal mulai mencairkan suasana dengan pertanyaan khas ibu-ibu."Adik kami, Sora, adalah mahasiswi yang sangat cerdas di bidang teknologi informasi, Nyonya. Dia memiliki karakter yang kuat namun tetap memi
Tepat sebelum aku sempat merespons fakta unik tersebut, kenop pintu kayu ruang VIP ini diputar paksa dari arah luar. Daun pintu terbuka lebar menghasilkan bunyi decit engsel yang lumayan kencang.Seorang pemuda melangkah masuk ke dalam ruangan dengan napas sedikit terburu-buru. Pemuda itu terlihat baru saja selesai membersihkan sisa oli di tangan dan mengganti pakaiannya dengan kemeja rapi yang sangat bersih.Aku dan Shella sontak menolehkan kepala kami secara bersamaan ke arah pintu masuk VIP tersebut.Pemuda itu adalah Arka. Mahasiswa teknik mesin sekaligus pacar dari Sora itu berdiri membeku di ambang pintu ruangan.Tatapan mata Arka langsung terkunci lurus membalas tatapan amat tajam dariku dan Shella secara bersamaan. Kami bertiga hanya terdiam kaku dan saling bertatapan intens di tengah ruangan megah tersebut tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.Aku bisa melihat jelas keringat dingin mulai membasahi pelipis mahasiswa teknik mesin tersebut saat menyadari siapa saja yang sedang du
"Benar sekali perkataan Pak Haji itu. Makanya saya sangat terpukul saat mendengar kabar kecelakaan yang menimpa beliau dulu. Saya sampai menyempatkan terbang ke Jakarta hanya untuk menghadiri acara pemakamannya," tambah Tuan Faisal menggelengkan kepala pelan dengan raut sedih.Aku dan Shella saling berpandangan sejenak mendengarkan pujian tulus tersebut. Reputasi emas mendiang ayahku nyatanya menembus batas negara hingga diakui oleh kolega bisnis internasional kelas atas."Saya berjanji akan menjaga nama baik dan prinsip jujur ayah saya itu selamanya, Tuan Faisal. Hermawan Group akan tetap menjadi mitra bisnis kargo laut paling tepercaya untuk perusahaan Anda," ucapku dengan nada suara yang sangat mantap dan penuh wibawa."Saya sangat memegang teguh janjimu itu, Rafli. Nanti kita harus menjadwalkan pertemuan khusus untuk membahas pembaruan kontrak logistik rute Timur Tengah," tawar Tuan Faisal menepuk punggung tanganku."Bicara soal janji, saya dengar dari Sanjaya kalau kalian berdua
Interior restoran ini didominasi oleh karpet tebal bermotif khas Arab dan lampu kristal kuning gantung yang memancarkan cahaya hangat.Kami berlima langsung mengambil posisi duduk mengelilingi meja kayu bundar tersebut. Shella duduk tepat di sebelah kananku sambil merapikan letak gaun biru dongkernya."Restoran ini nuansanya sangat nyaman dan tenang ya, Raf. Pilihan Pak Sanjaya memang selalu memiliki standar kelas atas," puji Shella membuka buku menu berlapis kulit asli."Beliau memang ahlinya mencari tempat makan enak yang jauh dari jangkauan awak media, Shell. Kamu mau pesan makanan apa malam ini?" tanyaku menunjuk deretan menu daging andalan."Aku mau pesan nasi briyani daging domba satu porsi saja. Perutku masih lumayan kenyang sehabis minum teh kamomil di kafe tadi sore," jawab Shella menutup buku menunya."Biar gue yang pesankan porsi raksasa untuk kita semua di meja ini. Kalian duduk manis saja menikmati hidangan spesial dari koki utamanya," potong Ko Ahiong melambaikan tangan
"Alat tawar seperti apa maksud Koko? Kita berani meminta saham mayoritas secara langsung di pelabuhan baru itu?" tanyaku meminta pencerahan eksekusi dari ahlinya."Bukan cuma sekadar saham kosong yang gampang dimanipulasi, Rafli. Lu ajukan kerja sama sistem bangun guna serah. Hermawan Group yang akan membangun kawasan logistik terpadu di atas tanah lu sendiri, lalu pemerintah pusat yang menyewa fasilitas itu ke perusahaan kita," urai Ko Ahiong memberikan skema bisnis tingkat tinggi."Skema kerja sama jangka panjang itu akan membuat Hermawan Group memonopoli seluruh arus barang di pelabuhan internasional baru tersebut. Perusahaan kargo kita akan resmi menjadi raksasa logistik tak tertandingi di seluruh benua Asia," tambah Shella meremas kuat lenganku menahan rasa gembira yang luar biasa meluap.Rencana ekspansi bisnis raksasa itu langsung tergambar sangat rinci di dalam otakku. Krisis penggelapan dana miliaran rupiah yang sempat membuat kami berdua pusing siang tadi kini terasa seperti
"Maksud Pak Haji kebaikan besar itu seperti apa? Ayah saya memang rutin menyumbang ke pesantren Bapak, tapi rasanya tidak sampai menjadi kabar sebesar ini," tanyaku mencondongkan tubuh ke depan merapat ke meja.Pak Haji Kosim perlahan merogoh bagian dalam kantong jas koko putihnya. Pria paruh baya itu mengeluarkan sebuah map cokelat yang terlihat sudah lumayan usang termakan usia. Dia meletakkan map tebal tersebut tepat di atas meja kaca di hadapan kami."Tiga belas tahun yang lalu, ayahmu diam-diam membeli sebuah hamparan tanah kosong di kawasan utara pinggiran Jakarta. Dia membelinya menggunakan nama yayasan pesantren saya sebagai tameng hukum," cerita Pak Haji Kosim menepuk pelan map usang tersebut."Kenapa Pak Hermawan harus menyembunyikan aset pribadinya secara rumit menggunakan nama pesantren Bapak?" selidik Pak Sanjaya menatap tajam dokumen penting di atas meja."Almarhum sadar betul kalau Nyonya Alika dan kelompok Bramantyo mulai mengendus kekayaannya secara agresif. Dia menga
"Aku kan udah bilang, badanku ini kuat karena biasa angkat karung beras. Nahan beban hidup kamu doang mah enteng, paling cuma butuh pijit dikit kalau malem," jawabku mantap sambil menepuk dadaku sendiri dengan gaya sok jagoan.Shella tertawa lagi, tapi kali ini air matanya menetes jatuh membasahi p
Nona Shella sama sekali tidak menggubris peringatanku, dia justru menyunggingkan senyum miring yang penuh misteri dan terus mendesak tubuhku hingga dada kami nyaris bersentuhan.Tangan halusnya yang terawat perlahan ter
Shella terlihat sangat marah dan malu, wajahnya merah padam menahan tangis karena harga dirinya diinjak-injak di depan pasangan barunya.Aku perlahan berdiri dari kursiku, menatap Jordi dengan tatapan yang sudah tidak a
Darahku berdesir hebat. Mampus, matanya Bu Darmi ini jeli banget kayak elang, pantes dipertahanin Nyonya Alika sampai kerja 10 tahun.Sikat gigi aja, dia betul-betul ingat, loh!"Ah, masa sih, Bu? Mungkin karena kena cahaya lampu, jadi kelihatan kinclong. Atau mungkin Bu Darmi yang banyak pikiran j







