Aku melepaskan ciuman, lalu mengangkat kedua kaki jenjang Nona Sora tinggi-tinggi hingga lututnya menyentuh bahunya sendiri.Dalam posisi ini, aku bisa melihat dengan sangat jelas bagaimana batangku keluar masuk dari dalam tubuhnya, melihat bibir kemaluannya yang bengkak kemerahan menjepit batangku erat setiap kali aku menariknya keluar, dan melihat cairan putih berbusa yang mulai terkumpul di sekitar pertemuan alat kelamin kami."Liat, Non, liat di bawah sana, punya Nona basah banget dan ngejepit punya aku kenceng banget kayak nggak mau lepas," ucapku sambil terus memacu pinggulku dengan tempo yang lebih cepat dan bertenaga.Nona Sora mengangkat kepalanya sedikit untuk melihat ke bawah, lalu wajahnya merona merah melihat penyatuan intim kami yang sangat vulgar itu."Iya, Mas, punya Sora emang suka sama punya Mas Rafli, makanya dia gigit terus! Mas Rafli sodok yang dalem lagi dong, Mas, soalnya kalau kaki Sora diangkat gini rasanya kena bagian dalem banget yang bikin Sora mau pipis."
Last Updated : 2025-12-19 Read more