Elise berdiri di trotoar depan gerbang kampusnya, sesekali melirik arloji di pergelangan tangan. Ia harus segera sampai di kediaman Ragendra. Namun, baru saja sebuah taksi yang ia pesan melalui aplikasi nampak di kejauhan, sebuah sedan mewah berwarna hitam metalik meluncur mulus dan berhenti tepat di hadapannya. Jendela mobil itu tidak terbuka, namun Elise sudah tahu persis siapa yang berada di balik kemudi hanya dari jenis kendaraannya.Jantung Elise berdegup kencang. Tanpa menunggu lebih lama, ia membalikkan badan dan berjalan cepat ke arah berlawanan, mencoba menghilang di antara kerumunan mahasiswa yang baru saja keluar kelas."Elise! Tunggu!"Elise mempercepat langkahnya, namun suara pintu mobil yang dibanting keras menandakan bahwa pria itu sudah turun. Tak butuh waktu lama bagi langkah-langkah panjang itu untuk mengejarnya. Sebuah tangan besar mencekal pergelangan tangan Elise, memaksanya untuk berhenti dan berbalik.Alexander Varmadeo berdiri di sana. "Lepaskan, Alex," desis
Read more