Aneya terdiam sejenak. Di satu sisi, ia tidak ingin hal itu terjadi dan di sisi lain apa yang dikatakan oleh Arya cukup akurat.“Aku akan pulang sendiri, lagipula masih ada yang harus ku kerjakan,” jawab Aneya dengan stabil.“Apakah kau akan lembur?” Tanya Arya dengan suara rendah.“Iya, aku akan lembur sore ini,” balas Aneya mengutarakan alasan.Ia tahu bahwa alasan itu terdengar klasik. Namun, ia tidak punya pilihan lain untuk menolak tawaran dari Arya, bahkan jika pria itu nekat sekalipun.“Soal akhir pekan nanti, apakah boleh aku menjemputmu?” Tanya Arya terdengar memastikan.“Kalau untuk hal itu boleh,” jawab Aneya cepat.“Baiklah, aku … benar-benar merindukanmu,” ujar Arya dengan nada gugup.“Kau sudah beberapa kali mengatakan hal itu padaku, aku tidak punya waktu banyak untuk melakukan panggilan telepon sekarang, ada pekerjaan yang menungguku,” jelas Aneya yang langsung menutup panggilan.Aneya menghela napas panjang menatap ponselnya. Ia memijat sedikit pelipisnya.Ia menyanda
Read More