"Yang ayahmu bilang benar!" Ibuku langsung menyambung dengan antusias, "Kebetulan beberapa hari ini Raisa sering datang, kamu ajak dia keluar lebih sering, dekatkan diri kalian. Cepat nikah, lalu kasih kami cucu.""Setahun satu juga boleh, aku ingin cucu perempuan ...."Saat itu, ayahku juga ikut bersemangat. Dia bertanya, "Kalau cucu laki-laki dan perempuan nanti, kasih nama apa ya?"Melihat mereka berdua semakin serius membahasnya, aku langsung tidak tahan dan buru-buru kabur."Ayah, Ibu, nanti saja ya! Besok pagi aku harus ke Kota Cloudia untuk urusan bisnis, lain kali pasti aku ajak dia keluar!""Eh, kamu ini!""Kamu ini ya, nggak nurut!"Suara protes orang tuaku terdengar dari belakang, tetapi aku pura-pura tidak dengar, langsung masuk ke kamar dan menutup pintu.Saat berbaring di tempat tidur, jantungku masih berdebar kencang, lama sekali tidak bisa tenang. Aku dan Raisa jelas-jelas cuma teman, tetapi sudah disuruh menikah dan punya anak?Aku ini duda, sementara dia bahkan belum
Mehr lesen