แชร์

Bab 83. Sebuah Rahasia

ผู้เขียน: Andy Lorenza
last update วันที่เผยแพร่: 2026-03-15 02:29:39

“Ya Alhamdulilah, sate yang tadinya aku buat lebih banyak dari biasanya sekarang udah mau habis.” ujar Sugeng dengan raut wajah gembira.

“Si kecil udah tidur ya, Mas? Nggak kedengaran lagi suaranya,” tanya ku lagi.

“Ya, Arya pun ikut tidur di dekat adiknya itu.” jawab Sugeng.

“Kelihatan sekali Arya begitu senang akan kehadiran adiknya itu, hingga akhir-akhir ini waktunya banyak ia habiskan di dalam rumah.”

“He.. he.. he..! Iya Ryan, biasanya kalau kamu di kos dia betah berlama-lama denganmu. Di
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 100. Dola Minta Ditemani

    “Selama libur lebaran, kamu ngapain aja di desa?” tanya Dola.“Aku membantu kedua orang tua ku, kebetulan mereka ditawarkan sahabat Ayah tanah persawahan untuk digarap. Maka aku membantu kedua orang tua ku itu, menggarap tanah persawahan itu. Ya moga saja dengan adanya sawah itu, kehidupan keluarga kami sedikit lebih baik dari sebelumnya,” tutur ku.“Jadi selama ini kedua orang tuamu nggak memiliki sawah di desa?”“Nggak Tante, paling Ibu menanam padi ladang di perkarangan belakang rumah yang hasilnya cukup untuk makan saja. Sementara jika sawah yang digarap sekarang ini panen nantinya, hasilnya bisa mereka jual dan cukup lumayan juga uang yang bakal mereka peroleh di samping kebutuhan untuk makan.” jawab ku.“jadi yang bertanam padi ladang itu Ibumu sendiri? Ayahmu nggak bisa membantunya?” tanya Dola lagi.“Bukan nggak bisa, Tante. Tapi tanggung jika dibantuin soalnya perkarangan belakang rumah ku itu nggak terlalu luas, Ibu sendiri saja bisa menyelesaikan itu tanpa harus dibantu. Se

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 99. Usai Libur Sekolah

    Terkadang Pak Syamsul sendiri yang berinisiatif akan mengantar jemput putrinya itu saat libur atau masuk sekolah lagi, namun Intan tak mau merepotkan Ayahnya itu, karena Ayahnya cukup sibuk dalam mengurus perkebunan karet miliknya.Sebenarnya kehidupan ekonomi antara Pak Syamsul dan Pak Ardi bagaikan langit dan bumi, namun tak sedikitpun tampak sikap membeda-bedakan di diri Pak Syamsul pada Pak Ardi, baginya dari dulu hingga sekarang Pak Ardi tetap sahabat sejatinya, yang sangat ia segani dan sudah seperti keluarga sendiri.Pagi-pagi sekali aku dan keluarga sudah bangun, setelah sarapan kami pun pergi kelahan persawahan yang disebutkan Pak Syamsul kemarin siang, hanya butuh waktu berjalan sekitar 20 menit saja,kami pun tiba di lahan yang dimaksudkan itu.Hamparan tanah berair yang sangat luas yang terletak di sebelah utara perkebunan karert milik Pak Syamsul itu, memang sangat cocok untuk ditanami padi. Tanah itu dulunya digarap oleh beberapa orang warga desa disana, dengan cara menye

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 98. Ditawari Lahan Persawahan

    “Rencananya setelah bercerai rumah itu akan dijual dan uangnya akan dibagi dua, bagianku biar untuk Anto saja dan kamu yang simpan!” jawab Bi Lastri.“Oh begitu, kirain Mbak Yu kasih begitu saja pada Ayah Anto. Keenakan dia, mana selama ini Mbak Yu yang bersusah payah membangun rumah itu dengan hasil kerja Mbak Yu di luar Negeri dulu.” tutur Ani.“Ya biarkan sajalah, yang penting semuanya beres dan nggak ada silang sengketa lagi di antara kami. Yang terpenting bagiku saat ini, bagaimana Anto tetap bersekolah kalau perlu nanti sampai perguruan tinggi agar kehidupannya kelak lebih baik dari kita-kita,” ujar Bi Lastri.“Iya Mbak Yu,” ulas Ani.“Aku hanya punya waktu dua minggu lagi di desa ini, setelah itu aku musti kembali lagi ke kota tempat aku bekerja di rumah Nyonya Dola. Apapun nanti keperluan Anto, tolong kamu berikan! Dan jika ada keperluan atau masalah yang ingin kalian sampaikan padaku! Kirimkan saja surat ke alamat tempat Aku bekerja! Kamu masih ingatkan Nak, alamatnya?” ujar

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 97. Prahara Bi Lastri

    Andai saja Pak Rehan tahu jika Dola putrinya itu telah bercerai dengan suaminya, bisa saja ia akan marah besar, terlebih Dola sengaja menyembunyikan itu darinya, bagi Dola tak ada cara lain terkecuali berbohong dan mengarang cerita agar Papanya itu yakin jika tidak ikutnya Deni mudik tahun ini karena harus menjaga Ibunya di rumah sakit.Sosok Deni di mata Pak Rehan sangat dikagumi, karena Deni pintar mengambil hati sosok pemegang jabatan penting di perusahaan terbesar di Kota R itu. Hingga Pak Rehan tidak tahu perilaku buruknya mantan suami Dola itu selama ini yang bukan saja tega menyelingkuhi putrinya, tapi juga nikah secara diam-diam tanpa memberi tahu apalagi meminta ijin pada putrinya itu.“Bagaimana dengan pekerjaanmu mengajar di sekolah tempat kamu bertugas itu?” tanya Pak Rehan.“Lancar-lancar saja, Pa.” Jawab Dola diiringi senyumnya.“Menurut kabar yang aku dengar, Deni suamimu itu mendapat tugas oleh perusahaannya di luar kota. Apa benar begitu, Dola?”“Benar Pa, Mas Deni se

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 96. Keistimewaan Intan

    “Bedanya kalau Ryan di SMEA, sementara Intan di SMA.” tambah Bu Karmila.“Iya, kota tempat mereka sekolah juga beda. Yang satu di Kota P yang satu lagi di Kota R, ya kan?” timpa Pak Syamsul.“Iya Syam, kita sama-sama jarang bertemu dengan mereka. Hanya saat lebaran atau pula ketika libur kenaikan kelas saja,” ujar Ayah.“Mas Ardi enak bisa ketemu Ryan saat libur kenaikan kelas yang lalu, lah kalau aku libur kenaikan kelas yang lalu Intan nggak pulang karena diajak Bibinya liburan ke Singapura.” tutur Pak Syamsul.“He.. He.. He...! Iya juga ya, Syam.” Ayah tertawa mendengar perkataan sahabatnya itu, seolah-olah dia tahu betapa kangennya sahabatnya itu saat putri semata wayangnya tidak pulang libur ketika kenaikan kelas yang lalu.“Mari Mbak, Mas dan juga Ryan dicicipi kue-kuenya!” tawar Bu Karmila, kami sekeluarga pun mencicipi kue-kue serta minuman yang telah disuguhkan di meja.Alku dan Intan baru pertama kali itu bertemu, karena sejak SMP dulu kami sekolah di SMP yang berbeda, meski

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 95. Intan

    “Hore..! Makasih ya, Mas!” seru adik-adik ku itu, dengan raut wajah yang tak lagi murung. Ayah, Ibu bahkan aku hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah mereka yang tadinya murung menjadi gembira saat itu juga.*****Suara Azan pertanda berbuka puasa di hari terakhir pun berkumandang, seluruh warga desa yang tadinya berada di dalam dan sebagian lagi di luar rumah menunggu waktu berbuka tiba, segera berkumpul dengan keluarga mereka masing-masing untuk berbuka bersama, termasuk pula dengan aku dan keluarga ku.Setengah jam kemudian terdengar pula suara takbir berkumandang, dari semua masjid yang terdapat di desa itu, bukan hanya itu saja sekitar 2 jam kemudian sejumlah orang yang berkelompok mengitari desa itu dengan membawa obor sambil kumandangkan takbir silih berganti, suasana ini lah yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh warga desa di sana.Suka cita terlihat jelas di raut wajah seluruh warga desa, terutama bagi para perantau yang lebaran itu dapat pulang ke kampung halaman

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 62. Riko Dan Keluarga

    Riko sahabat Deni sekaligus juga sahabat Dola, hari itu permohonan cuti kerja yang ia ajukan dipenuhi perusahaannya selama 1 minggu, tentu saja kesempatan itu ia manfaatkan untuk mengunjungi istri dan anak-anaknya di Kota P. Dengan sedan bekas yang dibeli dari hasil kerjanya selama 2 tahun di perus

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-30
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 63. Riko Temui Dola

    “Riko! Kapan kamu pulang?” seru Dola yang mengenal betul tamu yang datang itu adalah sahabatnya yang bekerja satu perusahaan dengan Deni di Kota M.“Kemarin sore aku tiba di sini,” jawab Riko.“Wah, dalam merangka apa nih pulang? Udah lama kan, kamu nggak pulang?”“Kangen sama keluarga saja dan keb

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-30
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 60. Desy Tak Menyesal

    Perpustakaan sekolah siang itu ramai dikunjungi para siswa SMEA Negeri Kota P, sebagian dari mereka adalah siswa-siswa yang baru masuk ke sekolah itu setelah tamat dari SMP di daerah mereka masing-masing, di sana juga ada aku yang selalu setia ditemani Desy, sementara Lani yang tidak lagi duduk seb

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-29
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 57. Kembali Ke Kota P

    “Aku udah nggak tinggal di sana lagi, Aldo.” jawab Cindy.“Kok bisa begitu? Kamu pindah ke mana?” Cindy tak segera menjawab ia mencoba menarik napas yang seketika terasa berat, ia tak tahu harus memulai dari mana, tiba-tiba saja ia dilanda keraguan.“Loh, kok kamu diam saja Cindy? Kamu nggak mau ya

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-28
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status