共有

Rasa Iri

作者: Aldra_12
last update 公開日: 2026-04-06 13:12:26
Kian mengembuskan napas lega setelah melihat kepergian Rafka dan Linda.

Dengan begini, bebannya sedikit berkurang. Kian tidak perlu mencemaskan apa pun lagi tentang paman dan bibinya.

“Kian, kamu masih punya nenek yang sekarang sakit-sakitan, kenapa kamu tidak pernah memberitahu Kakek?”

Kian tersentak mendengar ucapan Arron.

Kian sampai saling tatap dengan Arthur, sebelum kembali menatap ke sang kakek.

“Apa Paman dan Bibi yang cerita?” Kian langsung menebak.

Arron mengembuskan napas pelan. “Iya,
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Arthur Kesal

    Malam semakin larut.Arthur baru saja tiba di rumah saat pukul sebelas malam.Di dalam kegelapan ruangan karena semua lampu utama padam menyisakan cahaya temaram. Arthur melangkah sambil mengusap tengkuknya yang pegal.Sampai tiba-tiba Arthur menabrak seseorang, membuatnya terkejut tapi juga sigap menangkap pinggang orang yang mendadak melintas di depannya ini.“Kian?” Kening Arthur berkerut dalam saat samar-samar melihat wajah wanita yang ditangkapnya.Tapi menyadari perut wanita ini tidak besar, Arthur segera tahu wanita ini bukan istrinya.Dia segera membantu wanita ini berdiri tegak, sebelum dia melepas pinggang wanita ini.“Kenapa kamu berkeliaran malam-malam di ruang tengah?” Suara Arthur tegas, menyangka wanita ini adalah pelayan rumah.“Maaf, aku hanya mau ambil minum, tapi salah jalan.”Kening Arthur berkerut dalam mendengar suara asing wanita ini.Sampai tiba-tiba lampu utama di ruang tengah menyala.Arthur menoleh ke arah saklar berada, dia terkejut melihat Kian di sana. La

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Terus Saja Iri

    Siska terkejut mendengar ucapan Kian, tapi dia berusaha tenang.“Tapi aku bisa menyesuaikan diri dengan cepat. Aku juga ada kemampuan, ijazahku memadai.” Siska membela diri dengan cepat.Kian diam menatap Siska yang begitu kukuh ingin bekerja di perusahaan.Meskipun Kian juga tahu kalau status pendidikan Siska lebih tinggi darinya.“Benar, kalau memang belum punya pengalaman, memang harus belajar.” Arron membenarkan. Dia menoleh pada Kian yang hanya diam. “Nanti coba saja bahas dengan Arthur dulu.”Arron menatap ke Siska lagi. “Kalau kamu tidak punya tempat tinggal di kota ini, tinggallah sementara di sini.”Siska mengembangkan senyum. Dia senang, Arron menawarinya tanpa Siska yang harus meminta.“Baik, Kek. Terima kasih banyak.”Siska memperhatikan Arron yang kembali masuk ke dalam rumah.Dia menoleh ke Kian yang ternyata sudah memandangnya.“Kemarin Paman dan Bibi, sekarang kamu. Aku harap niatmu ke sini benar-benar untuk mencari pekerjaan.” Setelah bicara, Kian menutup laptopnya.S

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Ada Maksud

    “Aku Siska, Kian. Masa kamu tidak menyimpan nomor ponselku.”Wajah Kian berubah datar mendengar suara sang sepupu dari seberang panggilan.“Ada apa menghubungi?” Nada bicara Kian sangat datar.Selama ini, baik paman dan bibinya tidak ada yang peduli pada Kian, apalagi sepupunya ini yang sama sekali tidak pernah berinteraksi dengan Kian walau usia mereka hampir sama.Dan sekarang, tiba-tiba saja Siska menghubunginya.“Kian, aku ada di depan rumahmu, lho. Apa kamu bisa meminta security untuk mengizinkanku masuk?”Kian menegakkan tubuhnya, pandangannya tertuju ke arah gerbang depan.“Mau apa kamu?” Secara spontan Kian mempertanyakan.Seseorang yang tidak pernah terlibat dalam hidupnya, tiba-tiba muncul secara tak terduga. Kian harus waspada.“Ya ampun, Kian. Aku jauh-jauh datang kemari, kamu tidak segera mengizinkanku masuk dan malah tanya mau apa? Apa kamu memperlakukanku begini karena merasa sekarang kita beda kasta?”Kian tersentak mendengar ucapan Siska.Napasnya menghela berat.Deng

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Sibuknya Arthur

    Keesokan harinya.Kian masuk ke dalam rumah setelah mengantar Arthur yang pergi bekerja lebih awal pagi ini.“Habis jalan-jalan?”Pertanyaan Arron mengalihkan tatapan Kian ke arah sang kakek.“Habis ngantar Arthur sampai ke depan, Kek.” Kian berjalan pelan dan hati-hati karena tubuhnya semakin berat sekarang.“Mengantar Arthur? Memangnya dia mau ke mana sepagi ini?” Kening Arron sampai berkerut dalam.Kian mengembuskan napas pelan. Dia berdiri di hadapan Arron.“Katanya ada pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini, jadi Arthur berangkat lebih awal agar bisa pulang awal juga.” Wajah Kian berubah sendu. Semalam Kian melihat Arthur bangun lalu membuka laptop, begadang sepanjang malam, dan pagi ini Arthur harus berangkat pagi.Arron diam mendengarkan ucapan Kian. “Kek, aku ke kamar dulu.”Arron mengangguk. Dia memperhatikan Kian melangkah ke kamar lebih dulu, sebelum memanggil Malvin.“Ada apa, Tuan.” Malvin sedikit membungkuk ke Arron.“Apa terjadi masalah di perusahaan sampai membua

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Lembur karena Masalah

    Saat malam hari.Arthur belum pulang saat makan malam, bahkan Kian sudah mencoba menghubungi tapi suaminya tidak membalas.“Apa dia lembur? Tapi, kenapa tidak mengabariku?”Kian mulai cemas, apalagi waktu sudah menunjukkan hampir pukul sembilan malam.Kian tidak bisa beristirahat dengan tenang.Dia keluar dari kamar untuk menunggu suaminya pulang.Tepat saat itu, Arron ternyata baru saja akan kembali ke kamar.“Kenapa kamu belum tidur?” Arron menatap Kian yang tampak gelisah.Kian mencoba tersenyum walau sedikit dipaksakan.“Aku mau menunggu Arthur pulang, Kek.” Satu tangan Kian mengusap-usap lembut perut Kian.Arron mengangguk kecil. “Baiklah, tapi tunggu di dalam rumah saja, jangan keluar. Angin malam tidak bagus untuk kesehatanmu saat ini.”Kian mengangguk pelan. “Iya, Kek.”Kian menatap Arron yang melangkah menjauh darinya.Sedangkan Kian duduk di sofa, menunggu kepulangan suaminya.Waktu terus berjalan.Tepat saat pukul sebelas malam, terdengar suara langkah menggema di ruangan.

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Rasa Iri

    Kian mengembuskan napas lega setelah melihat kepergian Rafka dan Linda.Dengan begini, bebannya sedikit berkurang. Kian tidak perlu mencemaskan apa pun lagi tentang paman dan bibinya.“Kian, kamu masih punya nenek yang sekarang sakit-sakitan, kenapa kamu tidak pernah memberitahu Kakek?”Kian tersentak mendengar ucapan Arron.Kian sampai saling tatap dengan Arthur, sebelum kembali menatap ke sang kakek.“Apa Paman dan Bibi yang cerita?” Kian langsung menebak.Arron mengembuskan napas pelan. “Iya, kasihan mereka. Sudah usia lanjut masih memikirkan bekerja untuk pengobatan ibu mereka. Benar-benar anak-anak yang berbakti.”Arron mengangguk-angguk setelah bicara. Bagaimanapun dia juga mendamba anak-anak yang menyayanginya, walau semua itu tidak akan pernah Arron dapatkan.“Kamu tenang saja, Kakek sudah memberi paman dan bibimu uang untuk berobat nenekmu. Jadi, kamu jangan terlalu banyak berpikir, apalagi kamu harus fokus ke kehamilanmu.”Setelah bicara, Arron melangkah masuk lebih dulu.Sed

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Masih Tak Percaya

    Arthur mengupas apel untuk Kian. Saat menyuapkan potongan apel ke mulut sang istri, Arthur berucap, “Aku masih tidak bisa percaya pada Kakek begitu saja.”Mulut Kian sibuk mengunyah, sedang pandangannya tertuju pada wajah Arthur. Suaminya masih memasang wajah waspada.Kian menelan apel yang sudah d

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Sekutu

    Mata Kian berkedip beberapa kali. Dia menatap tak percaya dengan apa yang baru saja didengar. Sampai Kian menoleh pada Arthur, memastikan kalau dia tak salah dengar.Arthur diam dengan tatapan datar pada sang kakek walau keterkejutan sukses membuatnya menegang beberapa saat.“Apa Anda serius?” Saat

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Cucu Menantu

    Arron tak menjawab pertanyaan Arthur. Dia hanya menatap dalam pada Arthur yang meragukannya, sampai cucunya ini akhirnya memberi jalan untuknya.Meski masih waspada, tapi Arthur akhirnya membiarkan Arron mendekati Kian. Dia berdiri di dekat sang istri, memastikan Kian aman.Tatapan Kian tertuju pad

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Kedatangan Arron

    Di rumah sakit.Kendrick masuk ke ruang inap Kian. “Bagaimana kondisimu?” Kendrick lebih dulu menyapa Kian yang duduk bersandar headboard.Wajah Kian masih pucat, meski begitu bibirnya memulas senyum manis. “Sedikit sakit, tapi sudah lebih baik.”“Terima kasih karena sudah memberikan darahmu padak

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status