"Sonya... kamu nggak sekolah?" tanya ayah nya sambil berdiri di ambang pintu kamar."Aku nggak enak badan, Pa," jawab Sonya pelan, berbohong.Bukan tubuhnya yang sakit, melainkan hatinya yang terasa remuk. Sonya menarik selimut lebih tinggi, menyembunyikan wajahnya yang sembab. Ia tahu, jika orang tuanya sampai tahu bahwa ia jatuh hati pada pria yang seumuran dengan ayahnya, restu tidak akan pernah ada dalam kamus mereka.Abil mendekat, menempelkan punggung tangannya ke dahi Sonya. "Badan kamu nggak panas...""Cuma butuh istirahat, Pa. Hari ini saja, aku izin ya?" pinta Sonya dengan suara serak."Kamu nggak ke rumah sakit? Teman kamu katanya masih sakit, kan?" tanyanya lagi.Selama ini, alasan "menjenguk teman" adalah senjata Sonya untuk mendapatkan izin keluar menemui Antonio tanpa dicurigai."Dia sudah sembuh, Pa," bisik Sonya singkat sebelum membalikkan badan, memunggungi ayahnya.Abil hanya mengangguk pelan meskipun merasa ada yang aneh, lalu meninggalkan kamar putrinya agar
อ่านเพิ่มเติม