Dewa mendekat lalu menatap layar komputer mereka. "Jangan terlalu malam. Kalau sudah selesai, langsung pulang.""Iya, Pak," jawab Nadia dan Riri hampir bersamaan.Tanpa banyak bicara lagi, Dewa berbalik dan melangkah ke arah lift. Begitu pintu lift tertutup, Riri menghembuskan napas panjang. "Bos kita itu bikin deg-degan saja. Kaget aku tadi," kata Riri sambil mengelus dada.Nadia tersenyum. "Beliau baik, ya?""Tipe bos idaman, Nad. Pak Dewa ini nggak banyak bicara, tapi tegas."Nadia kembali fokus ke layar.Belum lima belas menit berlalu, seseorang mengetuk meja mereka. "Permisi, Mbak."Nadia dan Riri menoleh. Seorang office boy berdiri sambil membawa dua kantong kertas besar. "Ini titipan dari Bos untuk Mbak berdua," kata OB itu."Dari Pak Dewa?" tanya Riri memastikan."Iya. Ayam geprek, lemon tea, sama mix platter. Dua paket."Nadia kaget seraya memandang Riri. Tapi wanita itu terlihat biasa saja. "Makasih ya, Mas," ucap Riri."Sama-sama, Mbak. Silakan dimakan. Saya tinggal dulu."
Última actualización : 2025-12-28 Leer más