Anak itu langsung membuka mulut. Wajahnya meringis setelah menelan, tapi tidak menangis. Dewa segera membantunya minum air. "Wow, good boy," puji Dewa.Nadia ikut lega. Sebegitunya Dewa, sampai ikut minum sirup anak-anak supaya Adam juga mau minum."Pak Dewa, makasih banyak," ucap Nadia seraya menyimpan obat ke dalam tas. Pagi ini bosnya sangat membantunya dan berjasa sekali.Lelaki ini, vibes family man-nya kentara sekali. Siapa wanita bodoh yang telah mengkhianatinya? Sekarang dia pasti menyesal meninggalkan Dewa. Pasti itu. Seorang pengkhianat pada akhirnya akan menyesal. Entah itu ditunjukkan atau disimpan sendiri karena sudah terlanjur malu.Tapi apakah kebersamaannya dengan si bos kali ini, tidak akan ada yang marah kalau mengetahuinya? Apa Dewa tidak memiliki kekasih?Ah, Nadia tidak mungkin untuk menanyakan hal itu. Pelayan kembali datang mengantarkan pesanan Dewa. Sebuah kotak putih berisi ayam betutu. "Kasihkan ke Mbak Ayi nanti," kata Dewa."Iya, Pak," jawab Nadia. Padaha
Última atualização : 2026-01-07 Ler mais