Gema tembakan itu seolah merobek selaput udara di dalam apartemen sempit di pinggiran Incheon itu. Bau belerang yang menyengat seketika memenuhi ruangan, bercampur dengan aroma amis yang menyesakkan. Untuk beberapa detik, waktu seolah berhenti. Han Seonwoo berdiri di ambang pintu yang hancur, napasnya tersengal, matanya membelalak menatap pemandangan mengerikan di depannya.Winda masih meringkuk di sudut ranjang, wajahnya yang sepucat salju kini terciprat bintik-bintik merah yang hangat. Ia tidak menjerit. Ia hanya mematung, tangannya masih memeluk perutnya dengan sisa kekuatan yang ada. Di hadapannya, tubuh Chief Kim terhuyung ke belakang. Sebuah lubang kecil di bahunya mengucurkan darah segar, namun pria tua itu tetap berdiri kokoh, senjatanya masih teracung hanya saja sasarannya telah bergeser.Tembakan tadi bukan berasal dari pistol Chief Kim, melainkan dari senjata Sekretaris Kim yang baru saja masuk melalui jendela balkon, namun tembakan itu meleset dari jantung dan hanya mengen
Last Updated : 2026-02-02 Read more