Musim semi di lereng bukit semakin menunjukkan kemolekannya. Bunga-bunga sakura liar mulai bermekaran, menciptakan gumpalan awan merah muda di antara pepohonan hijau yang rimbun. Namun, bagi Winda, pemandangan indah di luar jendela rumah kaca itu terkadang terasa terlalu jauh, terlalu asing. Pagi ini, ia duduk di teras sambil menyesap teh hangat, matanya menatap lembah yang berkabut, namun pikirannya melayang ribuan kilometer ke selatan, ke sebuah kota yang panas, bising, penuh asap knalpot, namun memiliki aroma yang tak pernah bisa ia lupakan.Seonwoo, yang sedang menggendong Ji-hoo yang sudah mulai aktif menggerakkan tangan dan kakinya, memperhatikan istrinya dari ambang pintu. Ia melihat ada semburat melankolis di wajah Winda yang biasanya cerah. Ia tahu tatapan itu. Itu adalah tatapan seseorang yang jiwanya sedang melakukan perjalanan pulang ke tanah kelahirannya."Kau melamun lagi," suara Seonwoo memecah keheningan, lembut namun dalam.Winda tersentak kecil, lalu tersenyum tipis
Last Updated : 2026-02-12 Read more