Kelopak mata Muyin bergerak perlahan ketika cahaya matahari masuk melalui celah jendela. Muyin menarik napas dalam-dalam, menghirup aroma dupa yang menenangkan dan membuka matanya.Tidak ada lagi bau obat herbal atau anyir darah. Ia sudah kembali ke sangkar emasnya di kediaman Jenderal Li.Sesuai kesepakatannya dengan Keyi, kejadian penculikan dan pertarungan berdarah di kaki gunung mereka kubur dalam-dalam. Tidak ada yang boleh tahu bahwa Nyonya Muda Li nyaris tewas di tangan Pangeran Rui.Jika kabar itu bocor, keluarga besar Jenderal Li pasti akan murka dan Kaisar akan terseret, memicu perang politik yang sangat panas. Bagi keluarga besar, Muyin dan Keyi hanya terlambat pulang karena kereta rusak di jalan."Selamat pagi, Nyonya Muda," sapa pelayan pribadinya, Shuqing. Ia masuk dan membawa baskom air hangat serta handuk.Muyin duduk, ia menahan sakit di pundak dan punggungnya akibat berkuda terlalu lama. Ia ambil air hangat itu dan mencuci wajahnya sendiri."Shuqing, siapkan teh her
Read more