“Ayo lagi, terus, teruuuus, sedikit lagi, kepalanya sudah kelihatan,” ucap Muyin ketika membantu pasien yang melahirkan di rumahnya sendirian. Suami dan kedua anaknya terkena wabah hingga harus dirawat di balai desa.Tak lama berselang, tangis bayi terdengar memenuhi langit di Desa Pingxi. Keyi dan Shuqing menarik napas lega.Sejak tadi susah sekali si ibu untuk melahirkan karena kekurangan tenaga serta makanan. Muyin segera memberikan bayi itu pada Shuqing dan memintanya agar dibersihkan menggunakan air hangat.“Jika sup daging masih ada, berikan pada ibu ini, kalau tidak ada bubur juga boleh, apa saja yang penting ibunya ada tenaga,” kata Muyin pada Keyi.Dua orang yang setia mengikuti Muyin itu segera bergerak. Bubur dan bayi bersih datang dalam waktu bersamaan. Sementara anaknya yang menangis digendong oleh Shuqing, Muyin menyuapi makan sang ibu yang masih lemah.“Jangan tidur, anakmu membutuhkanmu. Makan bubur saja dulu, supaya ada tenaga.” Muyin meniup bubur yang masih hangat da
Read more