Beberapa Hari SebelumnyaMuyin dan Ruyin duduk di taman. Ruyin menyulam sapu tangannya sendiri untuk pernikahannya bersama Jenderal Li, sedangkan Muyin memperbaiki kipas yang manik-maniknya copot.“Setelah menikah nanti, kau boleh datang ke kediaman kami, meimei,” ucap Ruyin pada adiknya.“Aku tidak berpikir untuk menikah, Jiejie. Aku hanya ingin lepas dari tempat ini,” jawab Muyin dengan rasa malas.“Jangan begitu, kau harus menikah, punya anak dan memiliki keluarga sendiri. Sebagai kakak, aku rela menukar seluruh kehidupanku agar kau bahagia. Aku tak pernah bisa berbuat banyak untuk kebahagiaanmu.”“Jiejie, jangan bicara seperti itu, tak lama lagi kau akan menikah, kau harus bahagia, soal hidupku biar aku sendiri yang akan memutuskan bagimana.” Secara tak sengaja jemari Muyin tertusuk jarum.“Hati-hati, tanganmu sampai berdarah.” Ruyin membersihkan darah adiknya. “Memangnya setelah aku menikah kau akan ke mana?”“Aku akan jadi biksuni supaya hidupku tak harus terus-terusan diatur or
Read more