Bel pintu Penthouse berbunyi dua kali.Aku yang sedang duduk di ruang tamu, berpura-pura membaca buku sambil menghindari tatapan Luna yang sedang menonton TV di sofa seberang, langsung berdiri."Biar aku aja, Lun," kataku cepat, bersyukur ada alasan untuk bergerak.Aku membuka pintu. Seorang kurir ekspedisi berdiri di sana, memegang sebuah kotak kardus cokelat berukuran sedang."Paket untuk Nona Alea Zahra," katanya."Terima kasih, Pak." Aku menandatangani resi digital, lalu membawa paket itu masuk.Kotak itu ringan. Tidak ada nama pengirim di labelnya, hanya alamat tujuannya yang diketik rapi. Mungkin buku yang kupesan online? Atau kosmetik?Aku berjalan kembali ke ruang tamu, duduk di karpet dekat meja kopi. Luna melirikku sekilas, lalu kembali menatap layar TV yang menayangkan berita kriminal.Aku mengambil cutter kecil di laci meja, lalu mengiris selotip pembungkusnya.Sreet.Aku membuka tutup kardus itu.Di dalamnya, ada tumpukan kertas serut pengaman berwarna hitam. Aku menyisih
Last Updated : 2026-02-01 Read more