Aku berlari menuju pintu kamar tamu. Tanganku sudah menyentuh gagang pintunya yang dingin.Namun, langkahku terhenti.Suara denting gelas yang diletakkan kasar di meja bar terdengar di belakangku. Suara itu, suara keputusasaan yang berusaha disembunyikan di balik kemarahan, membuat kakiku terpaku.Aku menatap pintu kayu di depanku. Jika aku masuk ke sana, jika aku mengemas barangku sekarang, maka semuanya benar-benar berakhir. Aku akan kembali menjadi Alea yang miskin, sendirian, dan hancur.Dan dia... dia akan kembali menjadi Arjuna yang kesepian di menara gadingnya, dihantui oleh bayang-bayang masa lalu dan putrinya yang posesif."Enggak," bisikku.Aku berbalik badan.Arjuna masih berdiri di sana, memunggungi ruangan, menatap pantulan wajahnya sendiri di botol whiskey yang sudah berkurang isinya. Bahunya terlihat tegang, menanggung beban dunia yang dia pilih sendiri."Aku bukan barang, Mas," ucapku. Suaraku bergetar, tapi kali ini bukan karena takut. Melainkan karena tekad yang neka
最終更新日 : 2026-02-09 続きを読む