BLAM.Pintu utama Penthouse tertutup rapat, menyegel kepergian Rian dan menyisakan keheningan yang menyesakkan di antara kami bertiga.Luna, yang masih berdiri di dekat foyer setelah melambaikan tangan pada Rian, berbalik menatap kami dengan senyum lebar yang terlihat dipaksakan."Seru banget kan, Pa? Rian tuh—"Belum sempat Luna menyelesaikan kalimatnya, tangan besar Arjuna sudah mencengkeram lengan atasku."Masuk," perintahnya dingin, tidak pada Luna, tapi padaku.Tanpa pamit pada putrinya, tanpa penjelasan, Arjuna menarikku. Langkahnya lebar dan cepat, menyeretku menjauh dari ruang tengah menuju lorong ruang kerjanya."Pa? Alea? Mau ke mana?" tanya Luna bingung di belakang kami."Urusan kantor. Jangan ganggu," jawab Arjuna tajam tanpa menoleh.Dia membawaku masuk ke dalam ruang kerjanya yang gelap.KLIK.Kunci pintu diputar. Dua kali. Memastikan tidak ada yang bisa masuk, tidak ada yang bisa melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.Begitu pintu terkunci, Arjuna melepaskan lengank
最終更新日 : 2026-02-03 続きを読む