Balairung Universitas Indonesia kembali menjadi saksi bisu.Enam bulan lalu, aku berlari keluar dari gedung ini dengan air mata dan ketakutan, dikejar oleh pesan ancaman dari Arjuna.Hari ini, aku berdiri di sini lagi. Mengenakan toga hitam, topi wisuda yang miring sempurna, dan selempang bertuliskan Cum Laude.Langit cerah. Ratusan wisudawan melempar topi mereka ke udara, sorak-sorai kebahagiaan menggema di seluruh penjuru kampus. Orang tua menangis haru, teman-teman berpelukan.Aku berdiri di pinggiran kerumunan, memeluk tabung ijazahku erat-erat.Tidak ada orang tua yang mendampingiku. Ibu masih dalam masa pemulihan di rumah sakit—biayanya kini kutanggung sendiri dari gaji full-time pertamaku dan sisa tabungan. Aku melarangnya datang karena tidak mau dia kelelahan.Aku tersenyum tipis pada kamera fotografer keliling yang menawariku jasa foto."Sendiri, Kak? Nggak sama pacar?" tanyanya basa-basi."Sendiri," jawabku singkat. "Cukup satu foto saja."Aku sukses. Aku lulus dengan nilai
最終更新日 : 2026-02-14 続きを読む