Lantai marmer Plaza Indonesia berkilau di bawah lampu chandelier yang megah, memantulkan bayanganku yang berjalan kaku seperti robot yang diprogram untuk menghabiskan uang.Di belakangku, dua orang asisten toko pribadi (personal shopper) yang disewa khusus oleh Arjuna berjalan mengekor. Tangan mereka penuh dengan belasan paper bag berlogo merek-merek ternama: Dior, Chanel, Gucci, Louis Vuitton.Mereka tersenyum sopan, bahkan sedikit membungkuk setiap kali aku berhenti. Mereka memperlakukanku seperti ratu.Tapi aku tidak merasa seperti ratu. Aku merasa seperti sapi perah yang sedang diperas susunya, bedanya yang diperas dariku adalah sisa-sisa kewarasan."Ibu Alea, kita masih kurang lima belas juta untuk mencapai target harian," ucap salah satu asisten, seorang wanita muda bernama Sarah, sambil mengecek tablet di tangannya.Target.Kata itu terdengar konyol. Dulu, targetku adalah bisa makan tiga kali sehari dengan uang dua puluh ribu. Sekarang, targetku adalah menghabiskan lima puluh j
最終更新日 : 2026-02-19 続きを読む