Vivian sedikit memajukan tubuhnya, membuat wajahnya kini sejajar dengan punggung Rusdi. Jemari lentiknya yang dingin masih saja menelusuri bekas luka kecil itu, seolah-olah dia sedang mencoba membaca sebuah kode rahasia yang tertulis di kulit pria itu. Sementara itu, Tuan Adrian masih mendengkur halus di balik selimut tebal, tepat di sisi lain ranjang besar yang mereka tempati.Rusdi hanya bisa menahan napas sambil merasakan kehangatan yang menjalar dari setiap sentuhan Vivian. Dia tidak lagi merasa asing berada di atas ranjang mewah itu, apalagi setelah apa yang baru saja mereka lalui. Namun, setiap kali mata Rusdi melirik ke arah Tuan Adrian yang sedang tidur pulas, ada rasa was-was yang tetap terselip di balik rasa nikmatnya."Kamu belum jawab jujur, Rus. Luka ini bentuknya aneh, tidak seperti bekas arit atau jatuh," bisik Vivian lagi. Suaranya sangat rendah, hampir seperti desahan yang menyapu kulit leher Rusdi.Karena posisi Vivian yang sangat condong ke arahnya, Rusdi bisa melih
Last Updated : 2026-03-06 Read more