Broom...Benar saja, baru beberapa menit kemudian, suara deru mobil di halaman depan bikin jantung Rusdi hampir copot. Lampu sorot mobil itu sempat masuk lewat celah jendela dan menyapu ruangan yang gelap."Mati aku, Mas Adrian pulang!" bisik Nyonya Vivian dengan wajah pucat pasi.Nyonya Vivian langsung menarik tangan Rusdi dan mendorongnya masuk ke kolong meja kerja jati yang sangat besar. Meja itu punya penutup kayu di bagian depannya, jadi Rusdi benar-benar tidak terlihat dari luar."Sembunyi di sini, Rus! Jangan napas keras-keras!" perintah Nyonya Vivian sambil terburu-buru merapikan dasternya dan duduk di kursi kerja.Dari kolong meja yang sempit, Rusdi bisa mencium bau wangi mawar yang sangat kuat. Dia meringkuk, dan tepat di depan matanya, dia melihat sepasang paha Nyonya Vivian yang sangat putih dan berisi. Karena daster satin hitamnya sangat pendek, kulit paha yang licin itu terlihat begitu jelas hanya beberapa senti dari wajah Rusdi.Pintu ruangan terbuka dengan kasar. Langk
Last Updated : 2026-03-09 Read more