Share

Bab 38

Penulis: Ratu As
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-11 14:09:31

Ingin sekali Anara mencekik Rey, andai lelaki itu tidak lagi berguna sudah pasti Anara memilih jadi janda. Tapi mau bagaimana lagi? Rey kan gudang uang, sekali pun sikapnya menyebalkan Anara harus terima itu.

"Mama? Mama habis dari mans?" Zavi yang baru bangun mendekat sambil mengucek matanya. "Tangan Mama kenapa?"

Zavi lihat luka lecet di lengan Anara. Anak itu cemas.

"Ah, ini tadi Mama jatuh. Tidak sengaja, untuk ambilkan Zavi apel. Mau?" Anara menyodorkan satu apel yang berhasil dia amankan.

Anara baru menyadari, kulitnya jadi terasa perih. Rey ikut melirik ke arah luka, diam-diam memerhatikan dengan raut tak acuh.

Zavi tersenyum haru, meraih apel yang Anara berikan lalu mengenggam tangannya. "Makasih, Mama."

"Ayah, Ayah ayo bantu obati Mama!" Anak itu beralih mengguncangkan tangan Rey.

"Tidak usah Zavi, hanya lecet sedikit nanti juga sembuh sendiri." Anara mengusap lengannya. "Mama mau mandi dulu."

Anara memilih beranjak, dia tidak mau menunggu Zavi yang akan terus merenge
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 40

    Anara mengusap wajahnya, dia jadi agak ragu tadi benar-benar merasakan ada yang mengecup bibirnya atau tidak? "Zavi, kamu mau apa?" Anara bertanya pada Zavi yang menatapnya polos. "Mau ambil drone," jawab Zavi lalu berlari ke arah ayahnya yang mengambil drone di mobil. "Ayah, sudah siap? Ayo terbangkan!" Rey membawa drone dan remot kontrol, keduanya kembali berjalan menjauh dari Anara yang duduk di tikar dekat mobil. Zavi sangat antusias dengan drone, jadi dia hanya menghiraukan ayahnya saja sekarang. Anara menyentuh bibirnya pelan. Apa dia sedang berhalusinasi? Ingatannya melayang pada malam kelam itu. Belakangan ini dia merasa semakin sensitif dan kerap teringat sentuhan-sentuhan lelaki tersebut. Mungkin karena saat itu matanya tertutup, yang paling jelas tertinggal dalam ingatannya adalah bagaimana lelaki itu menyentuhnya.“Mama, ayo lihat! Ternyata tidak jauh dari sini ada gembala sapi, loh!” teriak Zavi antusias sambil melambaikan tangan, mengajak Anara mendekat.Anara pun m

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 39

    "Zavi, kamu mau punya adik kan?" Erwin iseng bertanya. Zavi menanggapinya antusias. "Mau!" Anak itu lalu mendongak pada Anara. "Mama, ayo punya adik biar Zavi tidak sendiri lagi. Zavi mau ada temennya di rumah." "Zavi, kalo kamu ingin teman, besok Ayah belikan anak ikan. Kamu bisa bermain dan berenang di akuarium bersama. Ayah belikan juga akuarium besar yang ukurannya satu ruangan," celetuk Rey dengan khayalan tidak masuk akalnya. Zavi cemberut, menyipitkan mata pada ayahnya. "Bukan teman seperti itu yang Zavi maksud! Zavi tidak mau berteman dengan anak ikan!" Mendengar celotehan Zavi, Erwin terkekeh. Baginya itu hiburan yang lucu. "Kamu dengar Rey? Teman yang Zavi maksud itu seorang adik. Bukan hewan peliharaan." Rey memalingkan wajah, tersenyum miring dan tidak ingin berpikir lebih. Kakeknya terlalu memaksa, sudah biasa. Dulu saat Rey menikah dengan mantan istrinya pun Erwin langsung menyudutkan Rey agar cepat punya anak. Mantan istrinya Rey dulu tidak butuh waktu lama, sa

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 38

    Ingin sekali Anara mencekik Rey, andai lelaki itu tidak lagi berguna sudah pasti Anara memilih jadi janda. Tapi mau bagaimana lagi? Rey kan gudang uang, sekali pun sikapnya menyebalkan Anara harus terima itu. "Mama? Mama habis dari mans?" Zavi yang baru bangun mendekat sambil mengucek matanya. "Tangan Mama kenapa?" Zavi lihat luka lecet di lengan Anara. Anak itu cemas. "Ah, ini tadi Mama jatuh. Tidak sengaja, untuk ambilkan Zavi apel. Mau?" Anara menyodorkan satu apel yang berhasil dia amankan. Anara baru menyadari, kulitnya jadi terasa perih. Rey ikut melirik ke arah luka, diam-diam memerhatikan dengan raut tak acuh. Zavi tersenyum haru, meraih apel yang Anara berikan lalu mengenggam tangannya. "Makasih, Mama." "Ayah, Ayah ayo bantu obati Mama!" Anak itu beralih mengguncangkan tangan Rey. "Tidak usah Zavi, hanya lecet sedikit nanti juga sembuh sendiri." Anara mengusap lengannya. "Mama mau mandi dulu." Anara memilih beranjak, dia tidak mau menunggu Zavi yang akan terus merenge

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 38

    Anara semakin berdebar saat berjalan mendekat, dia tersenyum canggung menyapa Erwin. "Selamat sore Kakek Erwin, namaku Anara," ucap Anara yang langsung memperkenalkan diri.Erwin tidak langsung merespon, dia diam untuk memindai Anara dari atas hingga ujung kaki lalu mengangguk-anggukkan kepalanya. “Kamu memilih wanita yang tepat, Rey. Dia terlihat subur, pasti mudah memberimu keturunan,” kata Erwin lugas, tanpa basa-basi.Kalimat pertama yang Anara dengar dan membuatnya tercengang, bibirnya terbuka dengan mata membulat. Apa yang Erwin katakan tidak salah, Anara memang subur. Buktinya satu kali HB(hubungan badan) dia langsung hamil. Anara berdeham canggung, dia mengusap tengkuknya. "Kakek, sudah punya cucu buyut seperti Zavi. Itu sudah cukup," kata Rey datar. "Hanya satu? Kakek ingin yang banyak. Apa senangnya hanya punya satu cucu sepertimu, Kakek merasa kesepian. Ibumu tidak sibur, dia hanya bisa melahirkan satu bocah bandel sepertimu," sahut Erwin setengah menggerutu. Kakek tu

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 37

    Karena siang nanti Anara harus ikut ke rumah Erwin. Jadi, setelah mengantar Zavi sekolah dia mencari Mega. "Bu Mega sudah tidak kerja di sini. Seminggu lalu dia resign." "Apa? " Anara kaget mendengarnya. Mega sudah lama bekerja di tempat itu. Rasanya aneh jika resign mendadak. "Apa ada alamat rumahnya? Boleh kuminta?"Anara terus berusaha, beruntung dia mendapatkan alamat Mega. Tanpa pikir panjang Anara menuju ke rumah Mega, jaraknya tidak terlalu jauh dari club bekas tempatnya bekerja. Dia sendirian. Ada harapan besar Mega mau memberitahunya soal lelaki yang tidur dengannya malam itu. Anara tidak ingin meminta pertanggungjawaban, dia hanya ingin tahu saja. Paling tidak, jika nanti anaknya besar Anara punya gambaran seperti apa ayahnya. "Sayang sekali, tiga hari lalu Bu Mega sudah pindah. Dia ikut suami barunya yang tinggal di luar negri," ujar tetangga Mega yang Anara tanyai karena sejak tadi membunyikan bel tidak ada respon dari dalam rumah. "Pi--pindah?" Anara terhenyak, dia

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 36

    "Pak Rey?" Anara meringis, seolah tidak ada niat jahat. "Aku hanya ingin memberikan pijat plus plus, apa Pak Rey keberatan?" Rey menepis tangan Anara, lalu menurunkan kakinya. Anara tetap duduk, dengan gaya yang sedikit sensual. Dia sengaja menurunkan tali kecil piyamanya di pundak. Jika lelaki normal harusnya tertarik dengan itu. Sayangnya sikap Rey tak acuh. "Besok Kakek mau kamu ikut. Kita harus menginap di rumahnya, sehari. Jadi siapkan keperluan Zavi." "Besok?" Anara terkejut. Dia benarkan lagi tali piyama yang merosot lalu turun dari kasur. "Tapi kan Zavi sekolah, Pak Rey?" Anara sengaja mencari-cari alasan, dasarnya dia tidak mau ketemu dengan Erwin. Dia takut dengan kakek tua yang punya wajah dan tatapan galak. Meski belum pernah bertemu, tapi melihat dari foto saja sudah membuat nyali Anara menciut. "Pulang sekolah. Kita nginepnya weekend." Rey tidak mau dengar alasan Anara, setelah dipijat dia ingin keluar dari kamar Anara, tidak diduga di depan pintu ada si kecil yan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status