Aula perjamuan Kekaisaran Shu yang biasanya dipenuhi dengan musik kecapi yang mendayu, kini terasa seperti medan perang yang sunyi. Aroma dupa yang mahal berbaur dengan ketegangan yang menyesakkan paru-paru. Di meja utama, Pangeran Long Yuan duduk dengan gagah, tangannya yang kekar sesekali memutar cawan emas berisi arak, sementara matanya yang tajam mengawasi setiap gerak-gerik pelayan Shu seolah-olah mereka adalah mata-mata yang siap menyerang.Di sampingnya, Shu Mei duduk dengan punggung tegak, meskipun hatinya terasa remuk. Sesuai tugasnya, ia harus mencicipi setiap hidangan yang disajikan sebelum Yuan menyentuhnya. Namun, di tengah proses itu, Kaisar Shu yang duduk di sisi lain meja membungkuk sedikit, berpura-pura hendak menawarkan hidangan tambahan, namun sebenarnya ia membisikkan kata-kata yang tajam ke telinga Mei. Kata-kata terus ia ucapkan setelah pembicaraan singkat mereka tadi, jika ia harus bersikap manis."Bersikaplah manis, Mei," desis Kaisar Shu, suaranya hampir tidak
Last Updated : 2026-01-30 Read more