Di atas balkon marmer yang tinggi, angin berembus membawa aroma pinus dari pegunungan utara. Ibu Suri masih menatap lekat ke arah taman bawah sana, di mana putranya tampak begitu lembut memperlakukan Shu Mei. Kekhawatiran yang sempat dilontarkan Kaisar Jin mengenai kemunculan kembali Shu Lian, kakak Mei yang pengecut masih menyisakan riak di hatinya. "Jangan terlalu mencemaskan bayangan yang belum tentu datang, Yang Mulia," ucap Ibu Suri dengan nada tenang namun penuh keyakinan. "Yuan memang keras kepala, tapi sekali dia menjatuhkan hatinya pada seseorang, dia akan menjadi benteng yang paling kokoh. Jika suatu saat wanita itu muncul kembali menuntut takhtanya, aku yakin Yuan akan menyelesaikannya dengan caranya sendiri. Dia akan memperjuangkan cintanya pada Mei, karena Mei adalah wanita yang berdiri di sampingnya saat maut mengintai, bukan wanita yang lari karena ketakutan." Kaisar Jin menghela napas, tangannya menggenggam pagar balkon. "Aku hanya berharap kedamaian ini tidak hancur
Last Updated : 2026-02-09 Read more