共有

Bab 141

作者: Mommy_Ar
last update 公開日: 2026-03-16 04:10:26

Sore itu berlalu cukup menyenangkan bagi Rena. Gadis kecil itu benar-benar tidak mau melepaskan tangan Revan, memaksanya ikut berkeliling mall, melihat-lihat toko mainan, bahkan memilih beberapa barang yang menurutnya “sangat penting”.

Tawa kecil Rena beberapa kali menggema, membuat suasana yang awalnya hanya pertemuan singkat berubah menjadi hangat.

Sementara itu Vera juga tidak tinggal diam. Ia berjalan berdampingan dengan Wilona, sesekali mengobrol ringan.

Mereka membicarakan banyak hal tent
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (3)
goodnovel comment avatar
henny.orlee
van ayo ngomong gne sma vera" ver ga usah cari om om deh, ayo nikah sma aku z gitu" itu yg aku mau
goodnovel comment avatar
Mmh_Ara😊😊
Vera,,,ngapain juga cari om-om,,,,itu Revan msh bujang loh,,,hehehe
goodnovel comment avatar
Jennifer Karisoh
up lagi dong nanggu tiap hari 1 bab...hhhmmmm
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 169

    ‘’Vera, jangan begitu Sayang. Kamu tetap anak Papa dan Mama,’’ ucap Sari menenangkan putrinya.‘’Anak ? Sejak kapan Ma ?’’ tanya Vera, ‘’Vera pikir, setelah menikah, kalian bisa berubah sama Vera. Tapi ternyata, pernikahan Vera justru malah kalian manfaatin,”Brakkk!Sapto menggebrak meja makan di depan nya. Matanya menatap tajam ke arah Vera. Tapi Vera tak gentar,d ia justru membalas tatapan tajam itu.‘’Sepertinya Vera harus pulang sekarang. Teriamkasih Ma atas undangan nya!’’ ucap Vera, dia mengambil tas nya dan langsung berjalan pulang.‘’Vera, sayang denger dulu penjelasan Mama Nak, Vera. Jangan pulang dulu, ‘’ Sari menahan tangan vera.‘’Biarkan saja dia pergi, anak durhaka sepertinya tidak pantas lama lama disini!’’ ucap Sapto dingin.Sekali lagi. Vera tersneyum getir. Dia menatap ayahnya penuh kekecawaan. Saat itu juga, Vera benar benar memutuskan untuk pergi.Tapi, saat langkah Vera sudah hampir mencapai pintu ketika suara langkah cepat terdengar dari belakang.“Vera!” Jenny

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 168

    Beberapa detik setelah kalimat itu terucap, suasana di ruang tamu terasa berubah.Jenny masih berdiri di tempatnya, senyum di wajahnya perlahan memudar. Tatapannya menajam, mencoba mencari celah sesuatu untuk membalik keadaan seperti biasanya.Namun Vera tidak memberinya kesempatan. Ia melangkah melewati Jenny begitu saja, tanpa menoleh lagi.“Ver!” panggil sebuah suara dari arah dalam.Ibunya muncul dari dapur dengan wajah berbinar. Tangannya masih memegang sendok, tanda ia benar-benar sedang memasak.“Ya ampun, akhirnya kamu datang juga!” ucapnya senang, langsung mendekat dan memeluk Vera hangat.Vera membalas pelukan itu, sedikit lebih lama dari biasanya. Ada rasa rindu yang tiba-tiba muncul. Tapi tak bisa di pungkiri, jauh di sudut hatinya masih tersimpan rasa sakit.“Iya, Ma…” jawabnya pelan.Ibunya menatap wajah Vera, mengamati sebentar.“Kamu capek ya?” tanyanya lembut.“Enggak kok.” Namun matanya tidak bisa sepenuhnya berbohong.“Ya sudah, sana cuci tangan dulu. Mama udah masa

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 167

    Pagi hari kembali berjalan seperti biasa.Cahaya matahari masuk melalui jendela apartemen, menerangi ruang makan yang kini terasa lebih hidup dibanding hari-hari sebelumnya. Aroma makanan sederhana menguar dari dapur Vera berdiri di sana dengan pakaian santainya, rambut diikat asal, sibuk menyiapkan sarapan.Sementara di sisi lain, Revan sudah rapi dengan setelan kerja. Jasnya terpasang sempurna, jam tangan melingkar di pergelangan tangannya siap menghadapi hari yang sibuk.Ia melangkah mendekat ke meja makan, menarik kursi, lalu duduk.“Hari ini mau ke mana?” tanyanya sambil menuangkan air ke dalam gelas.Vera yang baru saja selesai menata piring langsung menghembuskan napas panjang.“Gak tahu…” jawabnya lemas. Ia duduk di kursi, lalu merebahkan kepalanya di atas meja makan. “Aku bosen banget kalau gak kerja begini, sumpah.”Nada suaranya terdengar jujur. Ia terbiasa sibuk. Terbiasa bergerak. Dan sekarang… diam seperti ini justru terasa menyiksa.Revan menatapnya sekilas.“Ke rumah

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 166

    Sore hari menjelang malam, langit mulai berubah warna menjadi jingga keemasan saat mobil Revan melaju memasuki halaman rumah Mama Vita. Udara terasa lebih hangat, berbeda dengan suasana apartemen yang cenderung sunyi. Hari itu, mereka datang memenuhi undangan makan malam atau lebih tepatnya, panggilan yang tidak bisa ditolak. Begitu pintu rumah terbuka, mama Vita langsung menyambut mereka. “Akhirnya kalian datang juga!” suara Mama Vita langsung terdengar penuh semangat. “Ayo, sayang, masuk!” Namun yang membuat Revan terpaku bukan sambutannya… melainkan arah pelukan itu. Mama Vita langsung merangkul Vera dengan penuh sayang, seolah menantu barunya itu adalah pusat dunia. Revan yang berdiri tepat di sebelahnya hanya bisa melongo. “Ma… anak Mama di sini loh,” protesnya, wajahnya benar-benar tak percaya. Mama Vita bahkan tidak melirik. “Kamu sudah besar,” jawabnya enteng, nyaris tanpa jeda.

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 165

    Waktu berjalan begitu cepat. Tiga hari terakhir terasa seperti jeda yang aneh dalam kehidupan mereka bukan liburan, tapi juga bukan rutinitas biasa. Atas permintaan Mama Vita, Vera dan Revan harus tetap menginap di hotel setelah pernikahan mereka. Tidak ada alasan yang bisa mereka gunakan untuk menolak.Jadilah selama tiga hari itu, mereka hanya menghabiskan waktu di dalam kamar yang sama.Bersama.Awalnya canggung. Sangat canggung. Namun perlahan… mereka mulai terbiasa dengan kehadiran satu sama lain. Dengan obrolan-obrolan kecil, makan bersama, bahkan diam bersama tanpa harus selalu mengisi suasana dengan kata-kata.Dan kini akhirnya mereka bebas.Lift apartemen berbunyi pelan saat pintunya terbuka. Revan melangkah keluar lebih dulu, diikuti Vera di belakangnya. Langkah mereka terasa lebih ringan, seolah beban tak kasat mata yang menahan selama tiga hari terakhir akhirnya terlepas.Revan menoleh sedikit ke arah Vera.“Kamu mau tinggal di

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 164

    “Eughhhh…”Wilona menggeliat pelan di atas ranjang, menarik selimut sedikit lebih tinggi sebelum akhirnya membuka mata dengan berat. Cahaya matahari yang menyelinap dari celah tirai langsung menyambutnya, menandakan pagi sudah datang.Ia mengerjap beberapa kali, masih berusaha mengumpulkan kesadaran.Di sisi lain kamar, sosok suaminya sudah tampak rapi dengan kemeja kantor, berdiri di depan cermin sambil merapikan penampilannya.“Mas…” panggil Wilona dengan suara serak, masih setengah sadar.Yudha langsung menoleh. Senyum hangat terukir di wajahnya saat melihat istrinya sudah bangun.“Selamat pagi, sayang,” ucapnya lembut.Ia berjalan mendekat, lalu tanpa ragu mencium kening Wilona singkat.“Cup.”Wilona sedikit mengerucutkan bibirnya, masih bergelung di tempat tidur.“Kok gak bangunin aku?” protesnya pelan.Yudha justru terkekeh kecil, duduk di tepi ranjang.“Kamu semalem begadang sampai jam berapa sama Tika?” tanyanya santai, ta

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Diambang dilema

    Revan dan Wilona duduk di ayunan dekat kolam renang, tempat yang penuh kenangan. Tempat mereka dulu tertawa, berlarian, saling dorong sampai jatuh ke kolam ketika masih kecil.Dan kini mereka duduk diam, ayunan itu bergerak perlahan tertiup angin sore, tapi hati Wilona justru terasa semakin berat.

    last update最終更新日 : 2026-03-19
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Main api di toilet

    Cklek!Suara pintu toilet terbuka membuat Wilona tersentak seperti disambar petir.Ia memutar tubuhnya cepat dan hampir menjatuhkan napasnya sendiri ketika melihat siapa yang berdiri di ambang pintu.Yudha.Tubuh tinggi tegap itu bersandar di pintu, wajahnya separuh tertutup bayangan lorong, namun

    last update最終更新日 : 2026-03-20
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Double date

    Wilona dan Revan berjalan mendekati pintu tempat Evelyn dan Yudha berdiri. Langkah Wilona terasa berat, seolah lututnya berubah jadi kapas.Bukan karena Revan, tapi karena tatapan Yudha yang sejak tadi menancap padanya.“K–kalian sejak kapan nguping?” suara Wilona terdengar gugup, hampir

    last update最終更新日 : 2026-03-20
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Kelakuan Om-Om cemburu

    “Gak kok, gapapa…” Wilona memaksakan senyum, padahal jantungnya memukul-mukul tulang rusuk.Revan kembali makan… sementara Yudha tetap menunduk, pura-pura sibuk memotong steak.Tapi kakinya, kaki panjang dan kuat itu terus menggesek betis Wilona pelan… sengaja… ritmis… membuat lutut Wilon

    last update最終更新日 : 2026-03-20
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status