Tatapan Ibunya terus mengikuti Lie Momo keluar dari ruangan, wajahnya penuh penderitaan dan kebingungan, seperti dicabut sesuatu dari dalam dirinya.Lang Hua bisa mengerti perasaan Ibunya, karena Lie Momo adalah orang yang paling dipercaya Ibunya. Disakiti oleh orang yang dipercaya, rasa sakit itu dia lebih tahu dari siapa pun.Lang Hua ingin mengalihkan perhatian Ibunya, meraih tangan, “Ibu, ikut kami main bola tembikar yuk!”Ibunya dengan susah payah tersenyum tipis, memerintahkan pelayan mengambil bola tembikar, tatapannya terus berkeliling di wajah Lang Hua, “Anak ini baru saja sembuh dari sakit, kok sudah semangat seperti ini.”Dalam ingatan Lang Hua, Ibunya seolah-olah selalu tenggelam dalam kesedihan kehilangan ayahnya. Apapun yang terjadi, yang pertama kali disebutkan selalu ayahnya, entah marah tanpa pikir panjang, atau bersedih dengan penuh keluhan, sehingga sebelum usia tiga puluh tahun, dia mul
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-03 อ่านเพิ่มเติม